Artikel 1

Penulis:

Pdt. Edi Suranta Ginting M.Th.

Pengajar Sekolah Tingggi Alkitab Tiranus. Bidang Historika. (Saat ini menempuh pendidikan doktoral dengan kajian teologi kontekstual di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta).

MISTIKISME,TEOLOGI PENGALAMAN ILAHI: SUATU TINJAUAN HISTORIS RINGKAS

Abstrak. Mistikisme adalah ajaran mengalami Allah. Ajaran ini sudah tampak di dalam Alkitab baik perjanjian Lama maupun perjanjian Baru. Dua contoh yang dapat dilihat ialah Rasul dan Paulus Tomas. Orang-orang Kristen abad kedua sudah mengembangkan cara mengalami Allah dengan meditasi dan kontemplasi.Bentuk ini tersus mengalami perkembangan pada masa-masa berikutnya. Pada abad pertengahan,bentuk mengalami Allah tidak lagi hanya dengan mengasingkan diri. Fransiskus Asisi dan Mistikus lainnya mengalami Allah di tengah-tengah kegiatan pelayanan dan keramaian orang. Mengalami Allah juga dikembangkan dengan mengikuti ritual-ritual ibadah kepada Tuhan. Kalangan Pietisme dan Pentakostalisme menjadikan mengalami Allah sebagai landasan penting iman. John Wesley menjadikan pengalamannya berjumpa dengan Allah di jalan Aldersgate sebagai landasan pelayanan yang sangat penting,sehingga para pengikutnya tetap memperingati peristiwa itu setiap tahun.

Kaum Pentakostalisme menjadikan mengalami Allah sebagi sentral kehidupan iman. Dalam setiap ibadah, yang disajikan ialah ibadah yang dapat membuat umat mengalami Allah atau merasakan hadirat Allah. Mengalami Allah di samping memahami Allah adalah cara mendekati Allah yang tetap hidup sepanjang perjalanan sejarah gereja.Mengalami Allah memiliki kekuatan untuk mengubahkan arah hidup seseorang dan menjadi sumber kekuatan untuk tetap mengabaikan hidup kepada Tuhan Yesus.

Kata kunci: mistiksme,mengalami Allah,bapa Rasuli,pentakostalisme,Pietisme.

PENDAHULUAN

Mistikisme adalah ajaran tentang mengalami Allah, merasakan kuasa dan kasih Allah ,pengalaman adikodrati,dan berbagai istilah lain yang bermakna sama sebagai salah satu cara dalam mendekati Allah di samping memahami Allah atau mengerti tentang Allah.

Alister E. McGrath memberikan definisi bahwa teologi mistik Kristen berbeda dengan teologi sistematika, karena teologo mistik tidak didasarkan pada pengertian dan pada pembuktian ,melainkan pada pengalaman dan dari pengalaman itu terjadi perubahan atau peningkatan kesadaran keagamaan ( McGrath 1988,6 ).

Bila Memahami memakai kendaraan akal budi, makan mistikisme atau mengalami kendaran intuisi atau radar hati. Kedua pendektan ini telah ada sejak penulisan kitab suci dan terus berjalan hingga hari ini . Rasul Paulus dipandang sebagai rasul yang memberikan tempat yang luas pada peran akal budi, sedangkan Rasul Yakobus dianggap memeberikan ruang luas untuk pengalaman dan perasaan hati.

Makalah ini tidak hendak membandingkan kedua pendekatan tersebut , tetapi melihay jejak sejarah pendekatan pengalaman terhadap Allah yang kemudian disebut sebagai mistik Kristen. Dari Alkitab,penulis melihat bahwa Rasul papulus memberikan tempat yang sangat penting bagi pengalamannya berjumpa dengan Tuhan Yesus.

Pengalaman berjumpa ajaran Tuhan . Rasul Tomas yang secara tradisional diyakini sebagai pendiri Gereja Martoma India dikuatkan untuk menjalankan misi Tuhan Yesus ke India melalui pengalaman mistik.

Generasi Pertama gereja atau generasi pertama sesudah rasul-rasul terbagi kedalam dua golongan besar yaitu Bapa-Bapa Apologet. Para Bapa Rasuli mendekati Tuhan dan mengekspresikan iman mereka secara mistik atau pengalaman iman,sedangkan Bapa-Bapa Apologet yang banyak bersentuhan dengan dunia Yunani yang rasionalistik mendekati Allah dan mengekspresikan iman secara intelektual atau secara rasional.

Pada abad pertengahan ,mistikisme tetap mendapat perhatian dari kalangan orang percaya , khususnya di kalangan biarawan . Mengalami perjumpaan dengan Allah secara mistikal memiliki kekuatan untuk perjumpaan dengan Allah secara mistikal memiliki kekuatan untuk mengubakan arah hidup dan meneguhkan langkah untuk tetap mengabdi kepada Tuhan Yesus meskipun menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah.

Pada masa gereja modern , mistikisme tumbuh subur di kalangan pietisme dan pentakostalisme, walaupun tidak memakai istilah mistikisme, tetapi esensinya tetap sama, yaitu mendekati Allah dengan pengalaman atau mencari cara untuk mengalami Allah atau hadirat Allah.

PENGERTIAN MISTIKISME

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia , mistik adalah subsistem yang ada dalam hampir semua agama dan sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan emosi bersatu dengan Tuhan atau hal-hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal budi manusia ( Muliono 1988, 588)

Menurut kamus webster,mistikisme adalah doktrin atau kepercayaan tentang mistik; Khususnya doktrin yang memungkinkan seseorang mencapai kesatuan dengan Allah melalui kontemplasi atau suatu doktrin yang menegaskan kemungkinan untuk mencapai pengetahuan intuitif tentang kebenaran spiritual melalui meditasi (Neufeldt 1996, 898)

Dari dua kamus di atas,menjadi jelas bahwa mistik atau mistikisme adalah subsistem yang terdapat di dalam semua agama, termasuk agama kristen sebagi upaya untuk mengakomodasi kebutuhan orang beragama untuk merasakan atau untuk mengalami kesatuan dengan Allah yang berbeda dengan sekadar memahami ajaran tentang keberadaan Allah.

Berdasarkan etimologi dan asal-usul mistikisme,pengalaman mistik terjadi di dalam upacara agama misteri Yunani. Akan tetapi, unsur kemisterian yang hilang dalam ritualisme tidak diterima sepenuhnya dalam mistikisme. Bhakan, ada yang beranggapan ritualisme adalah penghalang terjadinya mengalami Allah secara mistis.

Sularso Sopater, dengan mengambil contoh mistikisme Jawa mengatakan bahwa dalam mistik jawa,kesatuan individu dengan Allah adalah tujuan utama dalam hidup. Itu adalah penyatuan kembali Roh manusia dengan Roh Allah, penyatuan kembali hamba dengan tuan dan penyatuan kembali dengan roh-roh yang sama dengan alam.

Mistisisme Jawa mengeritik agama yang terlalu sibuk dengan formalitas, seperti ritual,kegiatan keagamaan,organisasi, hukum,gereja, dan laim-lain. Mistikisme Jawa Mengklaim bahwa pengajaran mereka tidak menekankan hal-hal kulit seperti yang dilakukan agama,tetapi bagian dalam, bagian yang paling penting(Sunquist 2001, 578 - 579)

Para petapa Kristen setelah Antonius mencari pengalaman berjumpa dengan Tuhan itu dalam ibadah harian. Para biarawan memuji Tuhan,membaca kitab suci,menyampaikan doa,dan bahkan melakuan kegiatan fisik lainnya yang semuanya diharapkan dapat menjadi media untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan(Rahman 2002,7-14)

Fransiskus Asisi adalah seorang mistikus Kristen. Ia menggemari kontemplasi karena dengan cara itulah ia dapat merasakan kasih dan kuasa Tuhan Yesus Kristus. Menurur murid-muridnya yang melihatnya sedang melakukan kotemplasi,tidak jarang wajahnya berubah dan bergetar menerima aliran api kasih Tuhan Yesus(Ladjar 1987, 14 )

Ignatius dari Loyola yang hidup semasa dengan John Calvin dan menjadi pendiri Ordo Yesuit menegaskan bahwa dirinya adalah seorang mistikus yang mengandalakan pengalaman mistiknya atau pengalamannya berjumpa dengan Tuhan Yesus sebagai kekuatan dalam menjalankan tugas pelayanannya dan bahkan sebagai kekuatan dalam memutuskan hal-hal yang sangat pentinh dalam tugas pelayanannya.

Pengalamannya berjumpa dan merasakan hadirat Tuhan di Manresa telah menetapkan hatinya untuk menyerahkan seluruh hidupnya sebagai hamba Tuhan. Menjadi hamba Tuhan yang ditentukan Tuhan baginya ialah hidup membujang. Hidup dalam kemisikinan , dan hidup memberitakan Injil ke ujung-ujung bumi, ke tempat-tempat yang sulit dan penuh tantangan dan bahaya.

Dalam perjalanan menuju Roma,di dususn kecil La Storta,ia melihat Allah Bapa menempatkannya dirinya berdiri di samping Kristus. Pengalaman itu sangat membersarkan hatinya dan menghilangkan keraguan dan kegentaran hatinya untuk mrmimpin ordo yang telah didirikannya.

Mengalami Tuhan tidak membuat Ignatius menolak pemahaman. akan tetapi,ia menempatkan pengalaman itu sebagai sesuatu yang sangat penting didalam hidup dan pelayanannya. Berjumpa dengan Tuhan memberikan sesuatu yang lebih bermakna daripada sekadar memahami Tuhan.

Penjelasan di atas menegaskan adanya dua hal penting dalam mistik atau mengalami Tuhan. Hal yang pertama ialah bahwa setiap agama, termasuk agama kristen,memungkinkan seorang penganut agama untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Mengalami Tuhan atau merasakan hadirat Tuhan itu disebut dengan mistik atau teologi mistik, tetapi mengalami Tuhan itu lebih menyentuh daripada memahami Tuhan.

Hal kedua ialah bahwa cara untuk mengalami Tuhan atau merasakan hadirat Tuhan tidak statis dalam bentuk tertentu atau cara tertentu. Ada yang mendapatkan pengalaman atau berjumpa dengan Tuhan melalui meditasi atau kontemplasi di tempat yang sunyi. Adapula yang mengalami Tuhan atau berjumpa dengan Tuhan di kamarnya , karena ia sendiri yang meminta perjumpaan itu. Tuhan menerima permintaannya dan menjumpai Sundar Sing. Ada pula yang berjumpa dan mengalami Tuhan tanpa diduga,seperti yang terjadi pada Saulus di dekat kota Damysik. Ada juga yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan melalui pembacaan Firman Tuhan. Ini yang biasa terjadi pada kaum Protestan. Kaum Pentakostalisme umumnya berjumpa dengan Tuhan atau mengalami Tuhan di dalam ibadah. Ibadah yang dilakukan baik di gereja ataupun diluar gereja. Jadi,berjumpa dengan Tuhan tidak ditentukan oleh manusia,melainkan oleh Tuhan sendiri yang berkenan untuk dijumpai dan dialami.

MENGALAMI ALLAH: RASUL PAULUS DAN RASUL TOMAS

Lukas mencatat dengan mendetail perjumpaan Paulus dengan Tuhan Yesus dalam perjalanan memburu orang-orang Kristen di Damsyik.

Ketika itu,Paulus dengan surat kuasa dari imam besar berencana mencari dan menangkap orang-orang kristen untuk dibawa ke Yerusalem. Menjelang Kota Damsyik,tiba-tiba ada cahaya memancar dari langit mengelilingi Paulus. Lalu, ia mendengart suara dan berkata”Saulus,Saulus,mengapakah engkau mengainiaya aku?” Paulus tersukngkur mendengar suara itu dan teman-temannya pun mendegar suara itu. Sesuai dengan petunjuk suaru itu,paulus masuk ke kota dengan mata yang tidak bisa melihat untuk menjumpai Ananias. Melalui Ananias,Paulus menerima panggilan Allah bagi dirinya , yaitu untuk memberitakan nama Yesus Kristus kepada bangsa -bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang israel ( Kis.9:1-16)

Mengalami Allah begitu penting dalam kehidupan pelayanan Rasul Paulus . Ada tiga dampak mengalami Allah yang disampaikan sendiri oleh Rasul Paulus. Pertama , mengalami Allah mengubah arah hidupnya. Bila semula ia membenci Tuhan dan para pengikut Tuhan,Setelah mengalami Allah, ia mencintaibTuhan dan mengabdikan hidupnya sepenuhnya bagi pekerjaan Tuhan.

Kedua mengalami Allah menjadi petunjuk baginya dalam menentukan arah pelayanannya. Ketika sedang berdoa di Bait Allah,Paulus mengalami hadirat Allah. Dalam perjumpaan dengan Allah itu Paulus mengalami hadirat Allah. Dalam perjumpan dengan Allah itu,Paulus mendengar suara Allah yang menyuruhnya segera meninggalkan Yerusalem dan mengkhususkan diri untuk melayani orang-orang bukan yahudi ( Kis.22:17-18). Hal yang sama juga terjadi ketika Paulus berada di Troas. Ia mengalami Allah melalui penglihatan.Di dalam penglihatan itu,ia melihat seorang Makedonia yang memanggilnya.Penglihatan itu menjadi petunjuk bagi Paulus dan teman-temannya untuk berangkat ke Makedonia (Kis 16:9-10)

Ketiga,mengalami Allah menjadi sumber kekuatan bagi Paulus untuk meneruskan panggilan pelayanannya, Saulus dihadapkan ke Raja Agripa. Kepada Agripa,menuju Damsyik. Ia menegaskan bahwa pengalaman berjumpa dengan Allah itu adalah kekuatannya utnuk tetap taat menjalankan tugas dari Tuhan Yesus (Kis.26:19). Hal yang sama juga sudah dialami oleh Paulus ketika berada di Korintus. Di tengah berbagi persoalan yang dihadapinya,Paulus mendapatkan kekuatan ketika mengalami perjumpaan dengan Allah melalui penglihatan. Tuhan Yesus memberikan jaminan perlindungan kepada Paulus dan hal itu sangat menguatkannya (Kis.18:9-11)

Menurut tradisi Gereja Martoma di India,Rasul Tomas adalah rasul yang datang ke India untuk memberitakan Injil dan mendirikan Gereja Martoma. Kisahnya dimulai setelah kenaikan Tuhan Yesus ke sorga.Setelah kenaikan Tuhan ke sorga,para murid membuang undi untuk menentukan siapa pergi ke mana. Rasul Tomas mendapat undian untuk pergi ke India. Tentu saja hal itu mengesalkan hatinya,karena ia tidak suka pergi ke bangsa yang dianggapnya kafir dan lebih rendah daripada bangsanya.

Tuhan Yesus mengatur sehingga terjadi kerusuhan di Yerusalem dan dalam kerusuhan itu, Tomas ditangkap dan dijadikan budakak.Saat itu,beberapa utusan Raja Gundaphar dari India pergi ke Yerusalem untuk membeli budak yang memiliki keahliaan dibidang perkayuaan,karena raja berencana membangun istananya dari kayu. Begitulah akhirnya,mereka berhasil membeli beberapa budak yang ahli kayu,termasuk di antaranya Tomas.

Di dalam kapal yang membawanya ke India,Tomas menyesali dirinya dan nasibnya.Sepanjang hari ia mengeluh karena harus pergi ke India. Pada malamnya,ia mendapat penglihatan. Ia berjumpa dengan Tuhan Yesus yang berbicara kepadanya bahwa semua yang terjadi hidupnya adalah atas pengaturan Tuhan.Kepergiannya ke India juga adalah untuk melakukan pekerjaan Tuhan Yesus ,yaitu untuk memberitakan Injil Kristus kepada orang-orang India.

Mengalami Tuhan di kapal itu membawa perubahan besar dalam hidup Tomas. Ia tidak lagi bersungut-sungut tetapi menjalani hidupnya dengan penuh sukacita dan penuh semangat. Melalui Pelayayanannyalah maka Raja Gundaphar dan rakyatnya menjadi Kristen.

MENGALAMI ALLAH: BAPA-BAPA RASULI

Van den End menyebutkan bahwa pada abad kedua,kekeristenan memasuki berbagi lingkungan budaya dan bahasa yang melahirkan cara baru mengungkapkan keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Menurutnya,paling tidak terdapat emapt corak pengukapan iman Kristen.Satu,kekeristenan yang bercorak moralistis,yaitu kekeristenan yang bercorak mistik,yaitu kekeristenan yang menekankan pentingnya mengalami Allah di dalam kehidupan beriman. Tiga,Kekeristenan yang bercorak mistik,yaitu kekeristenan yang bercorak intelektualistis,yaitu kekeristenan sinkretis,yaitu kekeristenan yang membuka ruang luas terhadap peran akal budi untuk memahami Allah dan menjelaskan Allah. Empat,Kekeristenan sinkretis,Yaitu kekeristenan yang membuka ajaran agama dan budaya sekitar(End 1987,22-39)

Keempat corak yang disebutkan di atas dapat dibagi ke dalam dua kelompok . Kelompok pertama disebut dengan kelompol Bapa-Bapa Rasuli. Kelompok kedua disebut dengan kelompok Bapa-Bapa Apologet. Kelompak Bapa-Bapa Rasuli ialah sekelompok orang Kristen generasi pertama setelah para rasul. Mereka adalah para pemimpin jemaat yang berkomitmen untuk meneruskan ajaran para rasul semurni mungkin dalam bentuk mengalami Tuhan. Para Bapa Apologet adalah juga orang Kristen generasi pertama setelah para rasul. Mereka berhadapan dengan dunia Yunani yang mereka layani dan merekapun memiliki pengetahuan yang memadai tentang dunia Yunani. Oleh Karena itu,pelayanan mereka membuka ruang yang luas terhadap peran akal budi sesuai dengan konteks dunia Yunani.

Tulisan-tulisan Bapa Rasuli pada umumnya bersifat Praktis dan memunjukan masalah konkret sehari-hari setelah masa rasul. Mereka mencoba menyatukan iman dan perbuatan.Inilah kontribusi penting mereka. Mereka lebih dipengaruhi oleh Alkitab dan tradisi Yahudi daripada pemikiran buadaya Yunani. Jikapun mereka membahas doktrin,tujuannya adalah untuk menyelamatkan gereja dari perpecahan,membersihkannya dari sikap yang tidak pantas,dan mengarahkannya untuk taat kepada otoritas gereja. Mereka menghadapi masalah mereka dengan setia pada tradisi gereja dan ajaran para rasul. Mereka dengan setia memenuhi mandat dari surat pastoral yang ada di PB (Ferguson 1988,40).

Menurut Philip Schaff,bapa-bapa rasuli memiliki hubungan pribadi dengan rasul dan menjadikan hubungan itu sebagai landasan pelayanan mereka. Mereka Lebih mengutamakan kenikmatan mengalami Tuhan daripada tulisan doktrimal yang menawarkan pengertian tentang Tuhan Yesus. Mengalami Tuhan melahirkan cinta yang mendalam kepada Tuhan Yesus. Mengalami Tuhan melahirkan dorongan untuk hidup suci sama seperti kristus yang suci. Mereka tidak ingin menodai cinta mereka kepada Tuhan dengan menyangkal Tuhan di tengah-tengah badai penganiayaan yang mereka alami(Schaff 1956,633-635)

Salah seorang tokoh bapa rasuli yang dikenal sebagai mistikus kekeristenan adalah ignatius dari Antiokia. Ia ditangkap dan mati syahid di Roma pada 117. Dalam perjalanan tawanan dari antiokia ke Roma,ia sempat menulis 7 surat penggembalaan ke berbagi jemaat dan pribadi.

Salah satu inti surat-surat Ignatius ialah ajarannya tentang mistik. Ia menyatakan kerinduannya untuk menyatu dengan kristus dan mengajak setiap orang percaya untuk memiliki keinginan yang sama, yaitu di dalam kristus. Kesempatan mengalami Kristus dan menyatu dengan kristus ialah melalui Sakramen.Sakramen adalah sarana untuk mengalami Kristus,Karena Kristus sendiri mengundang setiap orang percaya untuk mengalami Kristus melalui darah dan tubuh-Nya (Ginting2004,37-43).

MENGALAMI ALLAH:BAPA GEREJA KATOLIK PIETISME

Gereja katolik sebagai pewaris monastisisme memiliki banyak tokoh mistik kristen. Untuk makalah sederhana ini, penulis hanya membahas secara singkat dua tokoj mistikisme,yaitu Fransiskus dari Asisi dan Ignatius dari Loyola. Pietisme sebagi reaksi terhadap Protestanisme yang sangat menekankan pemahaman juga kaya dengan upaya mengalami Allah. Dua tokoh yang akan dibahas secara singkat ialah John Wesley dan Toyohiko Kagawa.

Fransiskus Asisi adalah seorang mistikus Kristen. Banyak pengalaman berjumpa dengan Tuhan yang menjadi landasan tindakannya. Beberapa contoh di bawah ini perjumpaan dengan Tuhan yang mendorong Fransiskus bertindak.

Satu,permulaan pertobatannya adalah karena mengalami perjumpaan dengan Tuhan seperti dialami oleh Rasul Paulus. Dalam keadaan sakit karena cedera dalam peperangan , Fransiskus mendengar suara Tuhan yang memanggilnya untuk menjadi abdinya. Fransiskus menerima perintah itu dan meninggalkan semua kesenangan dunia dan mengabdikan hidupnya untuk membangun gereja Tuhan.

Dua,ketika mengalami kesulitan untuk mendapatkan pengesahan ordonya karena pada masa itu,gereja sangat waspada dengan gerakan-geraka baru yang cenderung melawan gereja. Dalam keadaan yang tidak menentu itu, Fransiskus mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang menjanjikan pertolongan kepadanya.Setelah perjumpaan itu, Proses mendapatkan pengesahan dari paus berjalan dengan lancar.

Tiga, pada masa tuanya,Fransiskus mengalami Allah secara luar biasa. Dalam perjumpaan itu, ia mendapat stigma salib,Yaitu lima bilur di tangan,kaki,dan sisi tubuh Kristus yang nyata di dalam tubuh Fransiskus(Ginitnh2007,58-59)

Ignatius dari Loyola adalah pendiri Ordo Yesuit yang berperan besar dalam misi Gereja Katolik sejak abad ke 16. Misi Katolik ke Asia dan ke Amerika Latin tidak bisa di lepaskan dari jasa para misionaris ordo ini.

Ignatius adalah seorang mistikus dan bukan seorang teolog ataupun filsuf. Ia mengadalkan pengalaman mistiknya dalam menjalankan tugas pelayanannya dan juga dalam memutuskan hal-hal pentinh di dalam ordonya, Misalnya , Pengalaman mistiknya di Manresa telah menetapkan hatinya untuk menyerahkan hidupnya bagi kristus di dalam kemiskinan.

Pengalaman keduanya dialaminya di dusun kecil La Storta dalam perjalanannya menuju Roma. Dalam pengalaman mistik itu , ia melihat Allah Bapa menempatkan dirinya bersama dengan Kristus.pengalaman mistik ini menghilangkan segala keraguan dan kegentaran di dalam hatinya dalam menjalankan tugas pelayanan dan kepemimpinan di ordo yang didirikannya.

Mistik yang dilakukan dan diajarkan Ignatius dari Loyola berbeda dengan kebanyakan yang dilakukan olej mistikus lainnya. Ia tidak mengasingkan diri atau mengisolasi diri di tempat-tempat yang hening dans sepi,tetapi melakukannya di kota-kota besar dalam keramaian dan keriuhan kota. Ia mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa mistik yang benar dilakukan di tengah keramaian dunia. Menurut Ignatius dari Loyola,Allah hadir dalam segalanya berkarya dalam segalanya, dan memberikan diri-Nya dalam segalanya(Johnston 2001,107,330-337)

Toyohiko Kagawa adalah seorang tokoh Kristen Jepang yang cukup dikenal di tengah masyarakat Jepang dan di tengah Kekeristenan Jepang Abad ke-20. Ia memimpin gerakan buruh yang cukup berpengaruh di Jepang setelah perang dunia II. Di Komunitas Kristen, Ia memberikan perhatian dan pelayanan yang mengesankan kepada orang-orang ‘hitam’ di kompleks pelacuran Shinkawa.

Kagawa menyebut dirinya sebagai seorang mistikus modern dan mistikus ilmiah. Ia berbeda dengan mistikus yang berkontemplasi di tempat yang sepi dan jauh dari keramaian kota. Ia tidak pernah meninggalkan kota dan keramaian hidup manusia. Kagawa adalah orang yang menyukai berada bersama-sama dengan orang lain dalam berbagai kegiatan dan pekerjaan.

Ia biasa bangun pada pukul empat pagi dan bermeditasi

Selama satu jam. Ia membuka dirinya dan membiarkan Tuhan menjamah hatinya. Ia mengatakan bahwa untuk mendengrakan suara Tuhan yang tidak mengeluarkan suara itu, Kita harus tenang dan diam di hadapan-Nya. Diam yang dimaksudkan oleh Kagawa bukan berarti mengasingkan diri atau mengisolasi diri.

Kagawa mengalami beberapa pengalaman kesukaan dan sumber kekuatan. Pertama,ketika ia mengalami sakit TBC yang hampir merenggut nyawanya. Ia berdoa selamat empat jm sambil menunggu maut yang akan menjemputnya. Tiba-tiba , ia mengalami pengalaman mistik.Ia merasa berada di hadirat Allah , merasa Allah melingkupinya. Tiba-tiba rasa sakitnya hilang diganti dengan kelegaan dan kegembiraan yang tiada terkira(Axling 1983,172-177)

Pengalaman kedua ialah ketika mendapatkan penglihatan dari Allah untuk memulai gerakan penginjilan di Jepang yang dikenal dengan Gerakan Kerajaan Allah. Gerakan ini merupakan perpaduan kehidupan biara dan kehidupan jemaat mula-mula yang akan memberitakan injil. Pada waktu minggu Passion sebelum paskah 1928, ia terbangun pada malam hari . Tiba-tiba ia merasakan ada kekuatan yang mengalir ke dalam tubuhnya dan jiwanya. Kekuatan itulah yang memampukannya mengadakan penginjilan di seluruh Jepang sehingga semua golongan terjangkau oleh pemberitaan injil(kagawa,1929,12)

John Wesley adalah seorang sarjana yang sangat cakap. Akan tetapi, Pengalaman hidup yang dipelajarinya dari pelayanan menunjukan adanya suatu kekuatan lain di samping akal budi. Ia sudah sangat mengenal Allah dan bahkan dengan setia membaktikan hidupnya bagi Allah. Namun demikian,ia mendapatkan satu pengalaman yang sangat mempengaruhi pemikirannya. Dalam perjalanan misi ke Gerogia,kapal yang ditumpanginya menghadapi keganasan ombak Laut Atlantik. Awak kapal sudah panik dan tentu semua penumpang juga. Wesley sendiri sangat gentar menghadapi keadaan tersebut.

Akan tetapi , ia terkejut menyaksikan sekelompok orang yang tidak terpengaruh pada keadaan itu,Mereka tetap beribadah dengan tenang tanpa terusik oleh keadaan kapal yang terancan karam. Setelah keadaan reda, Wesley menjumpai pemimpin kelompok itu dan menanyakan alasan ketenangan sikap mereka. Dalam diskusi dengan pemimpin kelompok Moravia itu, Wesley menyadari bahwa ternyata tidak cukup mengenal Allah secara intelektual.

Misi ke Georgia tidak berjalan dengan baik. Imigran Inggris menolaknua karena Wesley mendorong mengasihi sesama dengan melepaskan budak-budak mereka. Para budak menolak Wesley karena mereka beranggapan bahwa Wesley sama saja dengan tuan-tuan yang mempperbudak mereka dengan perilaku yang tidak manusiawi.

Wesley kembali ke London, Pada 24 Mei 1738,pukul 8.45 malam, ia mengunjungi tempat persekutuan kaum Moravia di jalan Aldersgate. Setelah dekat tempat persekutuan itu,ia mendengar sedang dibacakan kata pengantar tafsiran kitab Roma yang ditulis oleh Luther. Tiba-tiba ia mengalami hadirat Allah. Hatinya yang resah tiba-tiba menjadi tenang dan tentram. Seperti ada air sejuk yang membasahi hatinya. Pengalaman inilah yang mengubah seluruh jalan hidup dan pelayanan Wesley selanjutnya. Ia menyebut pengalaman itu sebagai second blessig atau pengalaman kelahiran baru(McConnel 1939,57)

DAFTAR PUSTAKA

Aritonang,Jan S,1995, berbagai Aliran di dalam dan di sekitar Gereja-jakarta: BPK Gunung Mulia

Axling,William,2983.kagawa(Terj,Van den End dan Jan Aritonang ).Jakarta:BPK Gunung Mulia

End,Thomas Van 1987.Harta dalam Bejana.Jakarta:BPK Gunung ,Ferguson,Sinclair B.dkk.(peny.) 1988. New Dicitonary of Theology.Leicester Intervarsity Press.

Ginting,Edi Suranta.2007.Berkenalan denfan Asketisme.Bandung Satu-satu

_____,2012.Era Pentakostalisme.Bandung Terangn Hidup.

_____,2004.”Nasihat Bapa Rasuli Untuk Jemaat Masa Kini” Jurnal Teologi Pengarah No 7(september ):37-43

Johnston,William 2001.Teologi Mistik Ilmu cinta.Yogyakarta:Kanisius

Kagawa,Toyphiko.1929. The Religion Of Jesus and love the law of life,book II Philadelphia: The K.C.W.Co

Ladjar,Leo.(pen).1987,Fransiskus Asisi dan Karya -karyanya.Yogyakarta-Kanisius

McGrath,Alister E.1998.Christian Spirituality.Malden:Blakwell Publishing

Muliono Anton M. ( penyuting Penyelia). 1998.Kamus Besar Bahasa Indonesia

Jakarta: Departemen Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia

Neufelft,Victoria (ed).1996.Webster’s New World College Dictionary ( third edition)

(Broadway:Macmillan.

Rahman,Rasid 2002.Kehidupan dan spiritualitas Biara.Jakarta:Persetia

Schaff,Philip.1956.History of the Christian Church Vol II,Grand Rapids:zondervan Publishing House

Sopater,Sularso,2001.”Javanese Mystician”dalam A Dictionary Of Asian Christianity,disunting oleh Schott W.Sunquist.Grand Rapids:Wm.B.Eerdmans Publishing co.

Talumewo,Steven H.2008.Sejarah Gerakan Pentakosta.Yogyakarta:Penerbit Andi

Back to top