PROGRAM MASTER OF ARTS (MA)  dan  MAGISTER TEOLOGI (MTh)

A. PROGRAM MASTER OF ARTS (MA)

Tujuan Program MASTER OF ARTS (MA)

  1. Menghasilkan lulusan master dalam bidang teologi praktika (M.A.) yang setia, cendekia, dan berhati mulia yang memiliki kompetensi dalam bidang pelayanan profesional yakni, Kependetaan/ Pastoral, Konseling Kristen, dan Misiologi-Apologetika untuk memenuhi kebutuhan pelayanan gereja dan masyarakat di Indonesia
  2. Menghasilkan karya penelitian dalam bidang Teologi Pastoral, Konseling Kristen, dan Misiologi-Apologetik Kristen dalam rangka mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus.
  3. Memberi andil dalam mewujudkan dan memberdayakan warga gereja di Indonesia yang setia menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus.
  4. Memberi andil dalam mewujudkan warga masyarakat Kristen di Indonesia yang tangguh dalam menjalani kehidupan.

Profil Lulusan MASTER OF ARTS (MA)

  1. Pendidik dan Praktisi teologi bersikap injili.
  2. Pengembang pelayanan Kristen berwawasan injili.
  3. Peneliti dan perancang pelayanan kategorial yang mengimplementasikan teologi Injili.

 

Kompetensi Lulusan MASTER OF ARTS (MA)

  1. Mampu mengimplementasikan dan mengimplikasikan Teologi Injili sesuai dengan bidang minatnya.
  2. Mampu menunjukan komitmen dalam bidang praktis yang berorientasi pada Teologi Injili
  3. Mampu mendesain dan mengevaluasi pelayanan-pelayanan bai kebutuhan umat yang sesuai dengan konteks pelayanan.
  4. Mampu merancang dan melaksanakan penelitian bidang praktika yang bercorak Injili, serta melaporkan hasilnya.

 

Ketentuan Umum MASTER OF ARTS (MA)

Program gelar Master of Arts (M.A) lazimnya ditempuh mahasiswa dalam empat sampai delapan semester atau dua sampai empat tahun (2-4 tahun). Melebihi masa studi itu mahasiswa memasuki kategori kadaluarsa. Akan tetapi apabila mahasiswa masih ingin menyelesaikan studinya, haruslah mendapat persetujuan Ketua Program Studi. Bila disetujui, mahasiswa diwajibkan mendaftar ulang sebagai mahasiswa hanya selama dua semester berjalan. Kepada Ketua Program Studi Pascasarjana, mahasiswa bersangkutan akan membuat perjanjian bahwa program studinya akan dituntaskan dalam waktu tidak lebih dari dua semester.

Mahasiswa yang tidak menyelesaikan studi setelah mengalami perpanjangan masa studi, maka masa studinya dianggap telah berakhir. Apabila mahasiswa bersangkutan masih ingin menyelesaikan studinya, maka ia harus mendaftarkan diri kembali sebagai mahasiswa baru dan diberi Nomor Induk Mahasiswa (NIM) baru. Mahasiswa tersebut harus memenuhi semua kewajiban administrasi sebagaimana mahasiswa baru, hanya saja nilai mata kuliah yang sudah pernah ditempuh akan diperhitungkan kembali.

Beban studi dalam program ini adalah sebesar 60-66 SKS bagi lulusan Sarjana Umum dan 36-42 SKS dari Sarjan Theologi. Seluruh mata kuliah bidang minat dan beban-beban riset harus mencapai minimal B.

Program Master of Arts menyelenggarakan tiga bidang minat yang bersifat praktis dengan menekankan kemampuan professional, keilmuan implementatif, penelitian, pengembangan kepribadian, dan pengabdian masyarakat dalam bidang minat:

  • Pastoral: mempersiapkan peserta didik untuk menjadi gembala ataupun pemimpin gereja yang memiliki kemampuan profesional dalam memimpin atau menggembalakan dan mengembangkan jemaat, berdasarkan asas-asas Alkitab.
  • Konseling Kristen:mempersiapkan peserta didik untuk menjadi konselor yang memiliki kemampuan profesional, yang didasarkan pada Alkitab agar mampu menjadi konselor dan desainer yang andal dalam pelayanan gerejawi, sekolah maupun bentuk pelayanan konseling lainnya.
  • Pendidikan Kristen:mempersiapkan peserta didik untuk menjadi tenaga pembina/ pendidik agama Kristen yang kreatif, professional dan innovative serta mampu mengembangkan program pembelajaran di gereja, sekolah, dan berbagai lapangan pendidikan Kristen.
  • Misiologi-Apologetika: mempersiapkan peserta didik menjadi pelayan yang memiliki kemampuan profesional, terampil dalam perancangan serta mampu mengembangkan pelayanan-pelayanan bidang misi-apologetika baik dalam gereja, maupun dalam bidang pelayanan yang lebih luas.

B. PROGRAM MAGISTER TEOLOGI (MTh)

Tujuan Program MAGISTER TEOLOGI (MTh)

  1. Menghasilkan magister teologi (M.Th) yang setia, cendekia, dan berhati mulia yang memiliki kompetensi dalam bidang Teologi, Kependetaan, Pendidikan Kristen, Konseling Kristen, Misiologi, Apologetika Kristen dan Kepemimpinan Kristen untuk memenuhi kebutuhan pelayanan gereja dan masyarakat di Indonesia.
  2. Menghasilkan karya penelitian dalam bidang Teologi pastoral, Pendidikan Kristen, Konseling Kristen, Misiologi, Apologetika Kristen, Kepemimpinan Kristen dalam rangka mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus.
  3. Memberi andil dalam mewujudkan warga gereja di Indonesia yang setia menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus.
  4. Member andil dalam mewujudkan warga masyarakat di Indonesia yang tangguh dalam menjalankan kehidupan.

Profil Lulusan MAGISTER TEOLOGI (MTh)

  1. Pendidik teologi bersikap Injili.
  2. Teologi berwawasan Injil.
  3. Peneliti dan pengembang teologi injili.

Kompetensi Lulusan MAGISTER TEOLOGI (MTh)

  1. Mampu mengajar Teologi Injili sesuai dengan bidang minatnya.
  2. Mampu menunjukkan komitmen dalam bidang Teologi Injili.
  3. Mampu mendesain, merumuskan dan mengevaluasi rumusan-rumusan teologi bagi kebutuhan umat yang sesuai dengan konteks pelayanan.
  4. Mampu merancang dan melaksanakan penelitian bidang teologi, serta melaporkan hasilnya.

 Ketentuan Umum MAGISTER TEOLOGI (MTh)

Program gelar Magister Teologi (M.Th) lazimnya ditempuh mahasiswa dalam empat sampai delapan semester atau dua sampai empat tahun (2-4 tahun). Melebihi masa studi itu mahasiswa memasuki kategori kadaluarsa. Akan tetapi apabila mahasiswa masih ingin menyelesaikan studinya, haruslah mendapat persetujuan Ketua Program Studi dan Ketua BIdang Minat. Bila disetujui, mahasiswa diwajibkan mendaftr ulang sebagai mahasiswa hanya selama dua semester berjalan, melalui Biro Penerimaan Mahasiswa serta membuat perjanjian bahwa program studinya akan dituntaskan dalam waktu tidak lebih dari dua semester.

Mahasiswa yang tidak menyelesaikan studinya dianggap mengalami perpanjangan masa studi, maka masa studinya dianggap telah berakhir. Apabila mahasiswa bersangkutan masih inigin menyelesaikan studinya, maka ia harus mendaftarkan diri kembali sebagai mahasiswa baru dan diberi Nomor Induk Mahasiswa (NIM) baru. Mahasiwa tersebut harus memenuhi semua kewajiban administrasi sebagaimana mahasiswa baru, hanya saja nilai mata kuliah yang sudah pernah ditempuh bisa diperhitungkan lagi.

Beban studi dalam program ini bergantung kepada dua jalur utama, yaitu: (1) bertolak dari gelar Sarjana Teologi (S.Th: 40-50 SKS). (2) bagi calon mahasiswa dengan gelar MA & M.Div (30-42 SKS) akan dipertimbangkan dari transkipnya. Mahasiswa yang bukan alumni STA Tiranus wajib menempuh kurikulum ini dan diharuskan mengulangi setiap mata kuliah yang tidak mencapai minimal penilaian di Tiranus (B), serta mengambil mata kuliah teologi yang belum ditempuh (Lihat dalam daftar mata kuliah).

Program Magister Teologi menyelenggarakan 6 (lima) bidang minta yang bersifat akademis dengan menekankan kemampuan bidang keilmuan, penelitian, pengembangan kepribadian, dan pengabdian masyarakat dalam bidang minat:

  • Misiologi: mempersiapkan peserta didik menjadi pelayan yang memiliki wawasan akademis yang luas, terampil dalam penelitian serta mampu mengembangkan pelayanan dalam bidang misi dan penginjilan dalam gereja, maupun dalam bidang pelayanan yang lebih luas.
  • Apologetika Kristen: memperlengkapi peserta didik agar mampu member pertanggungjawaban iman secara alkitabiah, rasional dan logis serta mampu mengembangkan pelayanannya dengan perspektif Kristiani yang berwawasan alkitabiah dan akademis.
  • Pastoral: memperisapkan peserta didik untuk menjadi gembala ataupun pemimpin gereja yang memiliki kemampuan akedemis dan ketrampilan dalam memimpin atau menggembalakan dan mengembangkan jemaat, berdasarkan asas-asas Alkitab.
  • Konseling Kristen: mempersiapkan peserta didik untuk menjadi konselor yang memiliki kemampuan akademis dan ketrampilan, yang didasarkan pada Alkitab agar mampu menjadi konselor yang andal dalam pelayanan gerejawi, sekolah maupun bentuk pelayanan konseling lainnya.
  • Pendidikan Kristen: memperlengkapi peserta didik menjadi tenaga pendidik agama Kristen dan pendidik teologi yang kreatif, akademis, inovatif serta mampu mengembangkan program pembelajaran di gereja, maupun berbagai lapangan pendidikan Kristen.
  • Kepemimpinan Kristen: mempersiapkan pemimpin-pemimpin Kristen yang memiliki kemampuan dan ketrampilan untuk melayani dalam pelbagai bidang pelayanan kristiani serta mengembangkan asas-asas manajerial secara alkitabiah.

Back to top