free site maker

Dari Kantor Ketua

Cihanjuang, Desember 2018
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!
Sahabat Tiranus yang saya kasihi,

Perayaan Natal komunitas Tiranus berjalan baik pada hari Sabtu sore, 1 Desember 2018. Hadirnya sejumlah alumni menambah sukacita di acara itu. Tema kegiatan yang disponsori oleh alumni itu bertolak dari nats Injil, Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya (Lukas 2:14). Sangat mengagumkan bahwa Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus untuk menghadirkan kemuliaan, keluhuran dan keagungan-Nya.
 Semua orang yang percaya kepada Sang Mesias mengalami perubahan hidup. Seperti dokter Lukas, banyak orang mengalami damai sejahtera dan menjadi pembawa damai itu dalam lingkungan sosialnya. Dokter Lukas, yang mengenal Kristus melalui pelayanan rasul Paulus, bahkan menulis kisah hidup dan perbuatan Tuhan dalam dua karya. Pertama, Injil Lukas mengisahkan pra kelahiran, kelahiran Sang Juru Selamat, pertumbuhan-Nya, pelayanan-Nya hingga kepada pekerjaan-Nya di salib untuk penebusan dosa manusia. Kedua, Kisah Para Rasul yang menuturkan kisah-kisah perbuatan mereka yang menikmati damai sejahtera, kemudian memberitakan Injil damai itu kepada banyak orang.
 Damai sejahtera atau syalom merupakan kebutuhan umat manusia. Kejatuhan manusia ke dalam dosa yang dikisahkan oleh Kejadian 3 mengakibatkan hilangnya damai sejahtera dalam hati dan pikiran anak cucu Adam dan Hawa di muka bumi. Ketakutan, sikap tidak bertanggung jawab atau mencari kesalahan orang lain, pemuas hawa nafsu, iri hati, benci bahkan pembunuhan, adalah beberapa contoh sifat-sifat manusia yang kehilangan damai sejahtera dari Allah. Hal itu melahirkan kehampaan harmoni, keutuhan, kesejahteraan dan kemakmuran.
 Tetapi kasih karunia Allah yang berlimpah telah memungkinkan manusia mengalami pemulihan melalui hadirnya Raja Syalom yakni Yesus Kristus (Yes. 9:5). Kitab Injil berkisah bahwa mereka yang menyambut Raja itu mengalami pembaruan mental, emosi, sikap, karakter dan perbuatan. Para Majus yang datang bersujud di depan bayi Yesus (Mat. 2:1-12) mengalami sukacita dan damai batiniah. Mereka meninggalkan Betlehem dan raja Herodes yang lalim, kembali ke kampung halaman di Timur guna mewartakan kasih karunia yang dialami.
 Injil Markus mengisahkan seorang laki-laki yang dirasuk Legion, dibuat waras oleh Tuhan Yesus (Mrk. 5:1-20). Ia berdamai dengan dirinya. Kemudian, ia meninggalkan daerah pekuburan lalu kembali ke rumahnya untuk menceritakan besarnya kemurahan Allah. Dikatakan, ia taat kepada Yesus dan memberitakan kuasa syalom yang memerdekakan hidup. Hampir empat bulan kemudian di daerah Dekapolis hadir 4000 orang mendengarkan pengajaran Tuhan dan menikmati kuasa mukjizat-Nya (Mrk. 8:1-10).
 Injil Lukas menuturkan Zakheus yang sarat kekerasan dan kelicikan demi kekayaan, berubah sejak Tuhan Yesus menyebut namanya, lalu hadir di rumahnya. Pemungut bea cukai yang tidak disukai banyak kaumnya itu, membuat pengakuan akan memberi sedekah kepada fakir miskin, dan mengembalikan uang pajak dari mereka yang pernah diperasnya (Luk. 19:1-10).
 Kemudian, Injil Yohanes berkisah tentang wanita Samaria yang menyambut Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan. Batinnya dialiri oleh air hidup yang dicarinya selama ini. Ia berdamai dengan masa lampaunya yang gelap. Bahkan ia menceritakan kepada banyak orang di kampungnya pengalaman berjumpa Anak Allah yang penuh kasih karunia dan kebenaran itu. Dampaknya, kampung Samaria mengalami syalom, dimana kehadiran murid-murid Yesus yang semuanya orang Yahudi, diterima dengan baik. Padahal, sebelumnya mereka bermusuhan (Yoh. 4:1-44).
 STA Tiranus berupaya menghasilkan pemberita Injil yang mengalami dan memberitakan damai sejahtera Allah. Dosen dan mahasiswa melakukan tugas dan panggilan sebagai kemuliaan bagi Allah di tempat maha tinggi. Maka, terima kasih kami ucapkan kepada Bapak/Ibu/Saudara yang selama ini mendukung pekerjaan-Nya di kampus.
 Mengakhiri paparan di atas, saya mengajak Bapak/Ibu dan Saudara untuk bersyukur atas dua perkara berikut:
 1. Dalam semester Ganjil 2018/2019 ini sejumlah 102 mahasiswa yang belajar di kampus. Mereka sudah mengikuti ujian akhir semester (UAS) pada minggu terakhir November.
 2. Tuhan telah memberkati tim pelayanan dari Tiranus guna menguatkan saudara-saudara seiman yang ditimpa masalah berat di Palu dan Donggala.
 Akhirnya, kami mengajak Bapak/Ibu dan saudara menaikkan doa dan permohonan kepada Allah, atas beberapa keperluan berikut:
 1. Hikmat Tuhan kiranya menuntun dosen dan staf yang melakukan Rapat Kerja pada tanggal 10-12 Desember 2018 untuk program dan kegiatan tahun 2019-2020.
  2. Mahasiswa, dosen dan staf Tiranus dimampukan Tuhan menghadirkan dan memberitakan damai sejahtera Tuhan Yesus selama liburan Natal.
 3. Pencukupan dana operasional berjumlah Rp. 251 juta per bulan. Seraya bersyukur kita juga berdoa untuk defisit dana keseluruhan hingga bulan November ini sebesar Rp. 219 juta.
 4. Biaya perbaikan tembok kampus sepanjang 59 meter sebesar Rp. 150 juta, dan dana abadi Tiranus paling sedikit 2 M.
 5. Persiapan dosen dan staf menyambut kegiatan belajar mahasiswa pascasarjana dalam kuliah Primo (4-31 Januari) 2019.
 6. Kiranya damai sejahtera dari Allah (syalom) menuntun suasana dan para juru kampanye bagi pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta pemilihan presiden dan wakilnya, pada bulan April 2019.
Selamat Natal. Terpujilah Sang Raja Damai!
Salam dan doa,
Dr. Binsen S. Sidjabat 
NIDN 2312035701