bootstrap responsive templates

Dari Kantor Ketua

DKK Des 2019    DKK Nov 2019    DKK Okt 2019    DKK Sep 2019    DKK Agt 2019    DKK Jul 2019   

DKK Jun 2019    DKK Mei 2019    DKK Apr 2019    DKK Mar 2019    DKK Feb 2019    DKK Jan 2019

Cihanjuang, Desember 2019

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!
Sahabat Tiranus yang saya kasihi,
Apa kabar Bapak dan Ibu serta Saudara/i pendukung Tiranus? Kami berharap sukacita perayaan kelahiran (Natal) mewarnai hati, jiwa dan pikiran Anda semua. Perayaan Natal komunitas STA Tiranus telah berlangsung dengan ceria pada hari Sabtu, 30 November 2019, pukul 17.00 hingga 19.30 wib. Puji Tuhan.
 Mahasiswa program Sarjana (S-1) telah menjadikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan itu sebagai sarana pengucapan syukur kepada Allah, karena telah berhasil melakukan studi selama satu semester. Mereka juga mengemas acara itu sedemikian sehingga melibatkan anak-anak bernyanyi dan talkshow dengan empat alumni di dalamnya.
 Firman Tuhan disampaikan oleh hamba-Nya Bapak Dr. Sridadi Atiyanto melalui pagelaran wayang, yang mengingatkan kami untuk lebih sungguh menerapkan perintah Tuhan Yesus yakni “melayani bukan untuk dilayani” (Mrk. 10:45). Ditekankan bahwa sikap melayani yang diteladankan Kristus ditandai oleh pemberian serta pengorbanan diri bagi mereka yang dilayani.
 
 Pada masa Natal ini, saya sangat tertarik memikirkan tempat Tuhan Yesus dibaringkan setelah dilahirkan, yakni sebuah palungan di kandang domba di Betlehem, kota Daud sebagaimana dinubuatkan oleh nabi Mika (5:2). Bahkan tempat palungan itu di sebut di Menara Kawanan Domba, yang dalam Bahasa Ibrani disebut Migdal Eder (Mika 4:8).
 Menurut Bodie & Brock Thoeno dalam Why Manger? (2006), pada masa lampau untuk kepentingan Bait Allah, setiap induk domba yang akan melahirkan di bawa ke tempat itu. Anak domba yang baru lahir dan diperiksa tidak bercacat, dibungkus dalam lampin lalu dibaringkan dalam palungan, wadah makanan ternak. Setelah anak domba merasa tenang ia diturunkan untuk seterusnya dipelihara. Anak domba yang tidak bercacat itu akan menjadi korban penghapusan dosa di Bait Allah, Yerusalem.
 Ketika para gembala di padang Efrata mendengar pesan bahwa telah lahir Juruselamat di kota Daud, tanda yang diberikan bagi mereka ialah bayi itu dibungkus dengan kain lampin dan dibaringkan dalam palungan. Mereka tahu lokasi yakni ke Betlehem ke Menara Kawanan Domba (Migdal Eder), lalu menemukan tanda tepat seperti yang dikemukakan malaikat dan diiringi kidung merdu bara tentara sorga (Luk. 2:13-14).
 Para gembala biasanya dianggap sebagai masyarakat miskin, dari strata sosial rendah, kurang berpendidikan. Namun, Allah memberi mereka kesempatan menyaksikan kedatangan Sang Juruselamat. Para gembala tidak kesulitan menemukan lokasi Migdal Eder di Betlehem. Begitu melihat tanda, mereka langsung tahu bahwa bayi Yesus yang dibungkus dengan kain lampin dan dibaringkan dalam palungan adalah Anak Domba yang tiada bercela yang kelak dikorbankan bagi penghapusan dosa. Mereka yang mendengar pesan malaikat dan cerita para gembala itu bersukacita dan memuji Allah (Luk. 2:18).
 Di kemudian hari Yohanes Pembaptis berkata, “Lihatlah, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29). Rasul Petrus menuliskan bahwa kita ditebus oleh darah yang mahal dan tiada bercela (1 Ptr. 1:18-20; 2:24). Penulis Ibrani menegaskan bahwa darah Kristus yang tiada bercacat itu menyucikan hati nurani kita dari segala kejahatan supaya dilayakkan beribadah kepada Allah yang hidup (Ibr. 9:14).
 Jadi, dari saat kelahiran-Nya pun, Yesus Kristus telah nyata sebagai korban yang akan dipersembahkan untuk pengampunan dosa dunia. Dia diutus Bapa-Nya bagi tugas khusus itu. Karena itu dikatakan, “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapak-Ku” (Yoh. 10:18-19). Tidak mengherankan bila salah satu perkataan Tuhan di salib adalah, “Sudah selesai!” Setelah itu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya (Yoh. 19:30).
 Perayaan Natal patut menjadi sangat bermakna bagi kita. Perayaan itu memang menjadi tradisi gereja setelah abad ke-4. Sebelumnya mereka fokus kepada perayaan Paskah saja, sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yesus atas kematian-Nya di salib dan kebangkitan-Nya dari kubur pada hari ketiga. Perayaan Natal, seyogianya memotivasi kita bersyukur bahwa Allah datang melawat manusia dalam diri Tuhan Yesus Kristus.
 Kita patut berterima kasih karena TUHAN berkenan memakai STA Tiranus menjadi wadah tempat belajar mahasiswa agar lebih mengenal pribadi, ajaran dan karya Tuhan Yesus Kristus (Kol. 2:6,7). Mereka belajar menjadi murid-Nya. Selanjutnya, mereka menjadi pengemban Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus melalui beragam bentuk pelayanan. Mereka akan dipakai Tuhan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya (Mat. 28:19), sebagaimana dapat mereka ketahui dari keempat kitab Injil dan keseluruhan Perjanjian Baru.
 Terima kasih banyak atas dukungan Bapak, Ibu dan Saudara bagi pekerjaan Tuhan kita dalam satu tahun berlalu. Anda sudah turut mengambil bagian dalam perlengkapan hamba-hamba Tuhan yang akan memberitakan Tuhan Yesus melalui perkataan, perbuatan, sikap hidup dan kehadiran kuasa Roh Kudus yang membawa kesembuhan dan pemulihan.
Mohon sedia pula mendukung kami dalam doa untuk beberapa hal berikut:
1. Tiga mahasiswa program pascasarjana yang sudah lulus ujian tesis pada hari Rabu, 4
    Desember 2019, yakni: Sherly E. Kawengian, Sri Fani Mbonohu, dan Benny Prakarsa Yustianto.
2. Rapat Kerja program pelayanan ke depan pada hari Senin, 9-11 Desember 2019, semoga membuahkan kemajuan bagi kinerja lembaga.
3. Pada tanggal 16 - 31 Desember para dosen dan tenaga kependidikan menikmati masa libur Natal, dan kiranya menjadi berkat bagi keluarga dan warga jemaat yang dilayani.
4. Pada 6 Januari s/d 2 Februari 2020, para dosen dan staf melayani para mahasiswa program pascasarjana. Kiranya hikmat dan kuasa Tuhan Yesus melimpahi.
5. Kiranya TUHAN terus mencukupkan dana operasional STA Tiranus Rp. 303 juta per bulan.
 
 Demikian informasi kami dari kampus Cihanjuang dengan ucapan:
Selamat Hari Natal 25 Desember 2019
Teriring salam dan doa kami,
Dr. Binsen S. Sidjabat
NIDN 2312035701
Catatan:
 Untuk menghemat biaya pengiriman DKK melalui pos, kami memohon kesediaan Bapak/Ibu dan Saudara mengirimkan alamat email kepada: baum@tiranus.ac.id atau mengirimkan nomor WA Kepala Bagian Umum Tiranus, Ibu Lidya Cahyo: 0821-1467-2781.Terima kasih banyak.