“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.
Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.”
(Filipi 1:21-22).
Yang Terkasih
Bapak/Ibu/Saudara Sahabat Tiranus
Di tengah udara panas oleh karena kemarau yang cukup panjang – paling tidak di sekitar Jawa- Barat – dimana kampus Tiranus terletak, bersyukur bahwa kita masih bisa mengutus mahasiswa untuk praktik di berbagai wilayah di Indonesia. Sejak awal Juli 2023, ada empatbelas mahasiswa yang terjun ke berbagai daerah, bentuk, dan denominasi pelayanan. Ada diantara mereka yang melayani di gereja-gereja lokal, lembaga pendidikan Kristen, dan panti-panti pelayanan sosial pun pemulihan di tempat yang berbeda-beda. Pemahaman mereka akan Alkitab, panggilan core untuk memberitakan Injil keselamatan Tuhan Yesus, dan tantangan untuk berbelaskasihan kepada sesama yang diperoleh dalam ruang kelas dan lingkungan kampus, menantang para praktikan untuk terjun
ke lapangan pelayanan nyata selama enam bulan.
Kali ini, ijinkan kami berbagi satu-dua kegiatan praktik dari mahasiswa yang menggairahkan dan mengundang ucapan syukur bagi kita. Pada gambar no.1 adalah saudari Anna Novita Lilipory – mahasiswa berdarah Maluku – dengan telaten dan sabar

melayani anak-anak di rumah asuhan RAI (Rumah Anak Indonesia) dan RAPI (Rumah Anak Pintar Indonesia), Yogyakarta. Ada kurang lebih 36 anak yang dilayani oleh sdr Anna. Pelayanannya meliputi, memimpin PA, menyiapkan sarapan dan makan, mengontrol yang tidak sekolah, membantu usaha warung penopang pelayanan lembaga, mengontrol tanggung jawab anak-anak dalam belajar, serta memimpin doa malam. Dengan tanggung jawab yang sedemikian besar, tentu membutuhkan tenaga, kesabaran, dan kreativitas yang ekstra.
Untunglah, kegiatan selama belajar dan aktivitas pembentukan mahasiswa di kampus telah mempersiapkannya.
pelayanannya.

Berbeda dengan sdr Anna yang melayani di lingkungan anak- anak, adalah Debora Gina Selan yang mengambil praktik pelayanan di lembaga pemulihan. Nama lembaga yang dilayaninya adalah Panti Pemulihan Adelfos. Itu terletak di Cimahi, Bandung Barat. Noni yang berdarah campuran, yakni mama dari suku Batak dan ayahnya berdarah Nusa Tenggara Timur dalam gambar no.2 ini bergulat dengan pelayanan terhadap pasien-pasien yang mengalami gangguan psikologis- mental. Ada sekitar 38 pasien dengan tingkat stress dan depresi yang berbeda-beda. Belakasihan, kesabaran, keuletan, namun juga
Tantangan, pergumulan, dan rasa terhormat melayani-Nya, tentunya juga dialami oleh kedua- belas temannya yang lain– yang sedang berjuang pada masa praktik yang sama, namun ditempat yang berbeda-beda. Pada kesempatan bulan depan, kami akan kembali sharing perihal pelayanan- pelayanan praktikan yang lain, bahkan juga kelanjutan pelayanan beberapa alumni STA Tiranus.
Sebagaimana komitmen Paulus dalam Fiipi 1:21-22, bahwa hidup ini adalah kesempatan bekerja dan berbuah – bukan sekedar bisa hidup – maka mereka juga sedang membuahkan kekuatan kasih-Nya.
Di tengah-tengah kita mensyukuri pelayanan para mahasiswa yang bapak/ibu/ saudara sekalian sedemikian setia memberikan kontribusi baik melalui doa, daya, dana dan masukan- masukan, kami kampus juga sedang kembali bergumul dengan penyesuaian atas peraturan baru berkenaan dengan akreditasi institusi dan program studi yakni peraturan Permendikbudristek no. 53 tahun 2023 yang terbit pada tanggal 16 Agustus 2023. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang taat
pada peraturan pemerintah dalam hal pengembangan pendidikan, terutama bidang akademis dan biro penjaminan mutu internal STA Tiranus kini sedang bergulat untuk memikirkan implementasinya.
Doakan atas komitmen kami untuk mengerjakan lebih baik lagi.
Mengakhiri bulan September 2023, kembali kampus diijinkan Tuhan untuk menghadapi efek desifit bulan Agustus 2023 yang lalu, khususnya berkenaan dengan biaya operasional. Inilah bagian dari dinamika penyediaan dan kebergantungan penuh komunitas STA Tiranus kepada-Nya, yang selama ini menjadi pengalaman khas. Yakni, pengalaman ada saat kekurangan dan ada saat dilebihkan, hingga akhirnya Tuhan senantiasa mencukupkan. Puji Tuhan!
Akhir kata, kiranya bapak/ibu/ saudara rekan sekerja yang terus setia berkontribusi dan menjadikan STA Tiranus sebagai “angan dan doa” setiap saat, senantiasa dipimpin dan diurapi-Nya dalam keluarga, pelayanan, dan perkerjaan dimana pun.
Segala Kemuliaan hanya bagi Dia dan pekerjaan-Nya!
