DKK MEI 2020

Cihanjuang, 29 Mei 2020

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus! Sahabat Tiranus yang saya kasihi,

Apa kabar Ibu, Bapak dan Saudara yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus? Kiranya Allah Bapa, Tuhan kita Yesus Kristus dan Allah Roh Kudus, mendengar seru doa dan permohonan kita bersama ya, agar badai pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

Tentu saja bila doa kita belum segera dikabulkan, Firman Tuhan mengajak kita untuk tiada henti memohon dengan pengucapan syukur (Flp. 4:6). Kita tahu bahwa Allah itu baik, dan segala pekerjaan-Nya punya maksud dan tujuan mulia.

Minggu pertama Mei, dalam kuliah Eksposisi Syair, kami membahas pesan Mazmur 46:1- 12 yang sangat terkenal. Tokoh Reformator, Martin Luther, lebih dari 500 tahun lalu, saat menghadapi ancaman pembunuhan dari tokoh agama karena 97 dalil reformasi yang digemakannya, dikuatkan oleh pesan dalam syair indah nyanyian ibadah dari Bani Korah ini.

Mazmur ini terdiri dari tiga stanza. Stanza pertama (46:2-4) menyatakan karena Allah tempat perlindungan dan kekuatan serta penolong, maka keberanian menghadapi masalah apapun merebak dalam hati. Ditekankan, “Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut, sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.” Penyebutan tiga kali sekalipun menyatakan dahsyatnya tantangan dan masalah.

Stanza kedua (46:5-8) mengajak yang bernyanyi memahami “kota Allah, kediaman Y ang Mahatinggi…” Di kota itu hadir Allah (46:6). Dia adalah TUHAN semesta alam, Allah Yakub leluhur Israel (46:7). Diyakini Allah tidak berdiam diri di ruang itu. Dia ceritakan“aliran-aliran sebuah sungai” Dia memberi pertolongan. Ia “memperdengarkan suara-Nya.” Dia juga menyertai kita.

Dalam stanza ketiga (46:9-12) ada ajakan melihat pekerjaan TUHAN yang bisa melakukan apapun sesuai kuasa dan kehendak-Nya. Dia sanggup “mengadakan pemusnahan bumi” namun di pihak lain berkuasa “menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi…membakar keretakereta perang dengan api” (9,10).

Jika TUHAN Allah yang Mahatinggi sedang bersuara melalui peristiwa mengerikan, maka bagian umat adalah berdiam diri. Ditekankan “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (46:11). Mengapa harus berdiam diri? Mengapa perlu mengetahui bahwa Allah tengah berbicara kepada anak manusia di bumi? Jawabnya, sebab “TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub” (46:12).

Tidak berlebihan bila secara pribadi saya juga mengatakan bahwa TUHAN Allah yang menyatakan diri-Nya dalam pribadi Yesus Kristus, tengah bersuara melalui pandemi Covid-19 yang telah membawa banyak derita secara global. Dia, oleh Roh Kudus, menginsyafkan dunia akan dosa kebenaran dan penghakiman. Roh-Nya menyadarkan orang bahwa manusia tidak berdaya menghadapi masalah berat ini. Mereka harus waspada, berhati-hati, merubah sikap dan pola pikir.

TUHAN Allah tengah bersuara menjelang akhir zaman ini, sebagaimana dinyatakan dalam kitab Injil (Markus 13). Pemimpin dan warga gereja, termasuk mahasiswa dan dosen teologi, diberi ruang untuk belajar lebih mengenal TUHAN melalui pengalaman beberapa bulan lockdown dan social distancing. Ia tengah mengingatkan perguruan tinggi teologi di berbagai tempat, untuk belajar mengenal TUHAN secara pribadi, bukan hanya melalui diskusi, kuliah di kelas, membaca buku di perpustakaan, serta menulis karya ilmiah.

Itu pula yang dialami oleh dosen dan mahasiswa di Tiranus sejak awal bulan Maret lalu. Kami mengikuti peraturan pemerintah setempat tentang penerapan PSBB. TUHAN memberi ruang agar kami memeriksa diri, membenahi sikap mental, bersiap menghadapi tantangan yang bisa jadi lebih buruk menjelang kedatangan-Nya kedua kali. Kasih karunia dan kebaikan-Nya membuat komunitas di kampus melihat maksud dan rencana indah dari TUHAN.

Hal itu terjadi karena dukungan doa Ibu, Bapak dan Saudara yang setiawan. Termasuk di dalamnya dukungan dana yang dikirimkan sekalipun jumlahnya tidak seperti bulan-bulan sebelumnya. Kami semua kagum melihat kemurahan Allah yang menggerakkan hati para sahabat Tiranus untuk berdoa dan suka rela mengirimkan dana operasional. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih.

Teriring salam dan doa kami,

Dr. Binsen S. Sidjabat

NIDN 2312035701

Leave a Reply

Close Menu