Peran Orang Kristen Biasa

Oleh: Purnawan Tenibemas, Ph.D

“….Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Matius 24:14).

Pada saat manusia dihimpit oleh masalah besar apalagi memakan banyak korban seperti halnya saat dunia dilanda pandemic covid-19, cenderung menduga bahwa kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya akan segera terjadi. Adalah janji Tuhan bahwa Tuhan Yesus satu hari kelak akan datang kembali. Kitab-kitab Injil mencatat hal janji Tuhan Yesus yang akan datang kembali itu. Sesaat setelah Tuhan Yesus kembali ke sorga, malaikat Tuhan pun mengingatkan para penyaksi kembalinya Tuhan Yesus ke sorga itu bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali (KPR 1:11).

Banyak tanda yang akan mengawali kedatangan kembali Tuhan Yesus itu, salah satu dari tanda-tanda itu adalah sebagaimana dinyatakan oleh Tuhan Yesus sendiri: ”…Injil Kerajaan itu akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah kesudahannya.”(Mat 24:14).

Sejak peristiwa Pentakosta (KPR 2:1-13) yang disusul pertobatan massal di Yerusalem menyambut khotbah perdana Rasul Petrus (KPR 2:41), Injil mulai diberitakan kepada segala bangsa. Para peziarah Pentakosta hari itu sangat besar kemungkinannya adalah pemberi andil pertama tersebarnya Injil ke berbagai bangsa. Saat Pentakosta itu paling tidak para peziarah itu berasal dari 16 negara.

Sebelum seorang rasul datang ke Damsyik, di sana sudah ada komunitas orang percaya (KPR 9:2). Saat mengakhiri perjalanan misinya yang kedua Rasul Paulus singgah di Kaisarea, di situ sudah ada jemaat (KPR 18:22). Saat akan mengakhiri perjalanan misinya yang ketiga beliau pun singgah di Tirus, di situ beliau mengunjungi murid Kristus, demikian juga di Ptolemais (KPR 21:3,4,7). Juga saat Rasul Paulus menuju Roma untuk proses bandingnya, di Putioli, beliau jumpa dengan warga jemaat di sana, bahkan jemaat Roma menjemput beliau di Forum Apius dan Tres Taberne yang berjarak sekitar 70 km dari Roma (KPR 21:13, 15). Mereka sudah mengenal Rasul Paulus walau belum pernah jumpa, sebab sekira empat tahun sebelumnya mereka sudah menerima Surat Roma dari sang rasul.

Siapa yang mengabarkan Injil di tempat-tempat itu? KPR tidak mencatat adanya peran para rasul di sana. Besar kemungkinan selain para peziarah hari Pentakosta itu, para pemberitanya adalah orang Kristen biasa lainnya. Misalnya para pengungsi yang melarikan diri dari Yerusalem akibat penganiayaan dipakai Tuhan untuk melahirkan jemaat Antiokhia (KPR 11:19-21). Bisa juga perpindahan penduduk saat itu seperti orang percaya dari Asia yang pindah ke Roma dan jadi pemberita Injil yang melahirkan jemaat.

Berawal dari laporan dalam KPR itu, Injil terus diberitakan hingga di abad ke-21 ini. Namun Tuhan masih belum datang kembali; sebab Matius 24:14 belum tergenapi. Orang yang menyebut dirinya Kristen dari semua golongan di dunia ini pada pertengahan tahun 2019 lalu hanya 33% dari total penduduk dunia.

Sejak awal, Tuhan kerap memakai orang Kristen biasa jadi saksi-Nya. Betapa besar peran orang Kristen biasa untuk genapi Matius 24:14 ini. Bahkan Anda pun bisa ambil bagian sebagai penyaksi Injil Tuhan. (PurT)

Leave a Reply

Close Menu