DKK Juni 2020

Cihanjuang, 22 Juni 2020


Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!


Sahabat Tiranus yang saya kasihi,


Apa kabar Ibu, Bapak dan Saudara yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus? Kiranya Allah Bapa, Tuhan kita Yesus Kristus dan Allah Roh Kudus, mendengar seru doa dan permo- honan kita bersama, agar disanggupkan setia mengerjakan tugas serta mengemban tanggung jawab yang dipercayakan.

Era new normal patut membuat kita bersyukur. Jika tidak terjadi pemutusan hubungan kerja, banyak orang sudah bisa bekerja di lokasi sebelumnya. Hari Minggu, 21 Juni, sudah banyak gereja melakukan ibadah dengan memperhatikan protokoler kesehatan. Secara khusus, saya kagum dengan sikap satu keluarga jemaat yang membawa makanan agar dinikmati bersama oleh warga gereja,
setelah ibadah berakhir. Kata keluarga itu, makan siang disediakan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yesus karena berjumpa teman-teman di gereja.

Firman Tuhan yang memesona hati saya di new normal ini ialah perkataan nabi Samuel kepada umat Israel, Sampai di sini TUHAN menolong kita, untuk memaknai kata Eben-Hazer yang disebutkan (1 Sam. 7:12). Beliau mendirikan sebuah batu di antara kota Mizpa dan Yesana, setelah campur tangan TUHAN atas kekalahan tentara Filistin yang berniat menghancurkan umat-Nya. Mereka
lepas dari mara bahaya besar (7:10-11).

Sampai masa tua nabi dan imam Samuel itu, damai sejahtera (syalom) dari TUHAN memberkati umat Israel (7:13-14). Negara tetangga yang memusuhi dibuat sedemikian rupa menjadi sahabat umat Israel. Hal itu terjadi bukan karena nabi Samuel jago angkat pedang. Namun, seperti nabi Musa, putera Ibu Hana itu tiada henti mengandalkan Allah. Keadaan damai hadir lalu kehidupan sosial
dan ekonomi umat terpelihara dalam seumur hidupnya.

Bahwa TUHAN adalah penolong kita, diperlihatkan oleh Yesus Kristus. Perbuatan-Nya banyak ditulis oleh kitab Injil. Mereka yang percaya dan berseru kepada-Nya mendapat kasih karunia dan kemurahan. Wujudnya seringkali lebih daripada yang dipikirkan oleh mereka yang memohon kepada-Nya.

Sebagai contoh, seorang perempuan Kanaan, etnis Siro-Fenesia, menemui Tuhan Yesus yang bersama murid-Nya datang ke daerah Tirus dan Sidon (Mat. 15:21-28; Mrk. 7:24-30). Ia bahkan sujud menyembah Tuhan, memohon agar anak perempuannya dibebaskan dari roh jahat yang menyiksa (15:22). Pintanya dengan yakin, Tuhan, tolonglah aku! (15:25).

Perempuan itu tiada henti memohon meski sesaat Yesus diam (23). Beliau tidak kecewa saat para murid mengatakan mereka amat terganggu (15:23). Mendengar Yesus berkata, Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing (15:26), perempuan itu mengatakan, Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya (27).

Perempuan itu tidak meminta porsi banyak dari Tuhan Yesus. Ia hanya membutuhkan porsi kecil yaitu “remah-remah roti.” Mengejutkan, Sang Penolong meyatakan bahwa perempuan itu beriman. Ia berkata, Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki (15:28). Dikemukakan, seketika itu juga anaknya sembuh. Luar biasa buah dari seruan meminta pertolongan kepada Allah, Pencipta, yang menjadi manusia (Yoh. 1:1-3,14).

Oleh pertolongan Allah Tritunggal yang mulia, hingga hari ini STA Tiranus terus dimampukan melakukan tugas dan mengemban tanggung jawabnya. Pada minggu pertama Juni lalu, 12 mahasiswa program Sarjana berhasil dalam ujian Skripsi. Kemudian, ada tujuh mahasiswa program S-2 Magister Teologi, dinyatakan lulus dalam ujian Tesis. Kegiatan itu berlangsung secara online.

Jadi, oleh kasih karunia Tuhan, dosen dan staf Tiranus berhasil memperlengkapi 14 mahasiswa program Sarjana, dan 12 mahasiswa program Magister untuk diwisudakan, yang direncakan berlangsung pada bulan Oktober yang akan datang. Oleh karena pandemi Covid-19 ini, kegiatan wisuda yang mestinya berlangsung pada tanggal 11 Juli 2020, mengalami penundaan.

Pertolongan TUHAN pula telah memungkinkan perkuliahan bagi mahasiswa program Magister Teologi berlangsung dengan baik melalui online. Mahasiswa tidak harus datang dan tinggal di kampus selama dua minggu atau satu bulan. Sejumlah 31 dari 53 mahasiswa mengikuti kegiatan belajar pada Medio 2020 ini, yakni pada 15 Juni sampai 11 Juli 2020.

Hasil doa para pendukung Tiranus memampukan para dosen lebih terampil mengajar melalui kelas online. Memang kerap terjadi gangguan jaringan wifi, namun bisa teratasi. Tuhan juga menyediakan dana yang dibutuhkan memberi peralatan yang diperlukan, termasuk pembelian paket IndiHome 200 mbps, serta dua akun Zoom berbayar. Terpujilah Tuhan.

Sekali lagi, terima kasih atas bantuan doa dan dana yang Bapak, Ibu serta Saudara kirimkan kepada STA Tiranus. Dengan demikian, biaya oprerasional dapat menopang dan mencukupi kebutuhan finansial 33 dosen dan tenaga kependidikan, belum termasuk petugas keamanan dan kebersihan kampus serta petugas dapur asrama mahasiswa (11 orang).

Terima kasih banyak, dan terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus!


Teriring salam dan doa kami,
Binsen S. Sidjabat
NIDN 2312035701


Leave a Reply

Close Menu