DKK Februari 2021

Cihanjuang, 22 Februari 2021

Kepada Yth.

Bapak/Ibu/Saudara

Mitra dan Pendukung Tiranus

Di

Tempat.

Apakabar Bapak/Ibu dan Saudara? Tidak terasa kita sudah berada di minggu ketiga Februari. Kita masih bergumul dengan situasi yang Tuhan izinkan menantang dan memperteguh iman serta membangkitkan ketangguhan dan kreativitas. Sesuai saran rasul Yakobus di masa lalu, kita patut memandang beragam pencobaan menghadang sebagai ujian terhadap iman guna mendatangkan ketekunan (Yak. 1:2-3).

            Dalam bagian akhir suratnya, Yakobus menasihatkan agar para pengikut Tuhan tabah di saat ditantang beragam beban dan masalah. Beliau menuliskan, “kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan” (Yak. 5:11).

            Pada ayat-ayat terakhir, Yakobus mengingatkan orang Kristen supaya giat berdoa meniru teladan Elia di Perjanjian Lama. Katanya, “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan” (Yak. 5:17).

            Tuhan Yesus pun meninggalkan warisan nilai dan praktik hidup itu bagi murid-murid, sebagaimana dituliskan oleh kitab-kitab Injil. Pagi-pagi benar Ia pergi ke tempat sunyi dan berdoa (Mrk. 1:35). Sebelum menetapkan siapa dua belas murid yang akan dilatih-Nya, ia berdoa semalam-malaman (Luk. 6:12). Setelah memberi 5000 orang makan, Ia menyuruh orang banyak pulang dan murid-murid mendahului-Nya bertolak ke seberang, sementara Beliau “naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri” (Mat. 14:23-24).

Guru kami dalam mata kuliah Penginjilan Anak, Ibu Adelaide Heath, juga meninggalkan warisan tekun berdoa, sehingga lembaga Persekutuan Evangelisasi Anak (PEA) yang didirikan tahun 1963 dan dipimpinnya begitu lama, masih berkarya hingga hari ini. Setelah bergumul menunggu penantian, beliau pergi ke Rumah Bapa di Surga, pada hari Sabtu,

20 Februari 2021 pukul 17.10 WIB, di rumah kediamannya di kampus STA Tiranus. Usia beliau menjelang 94 tahun.

Tentulah banyak kenangan bagi yang memelajari Penginjilan Anak, atau yang mengikuti Kursus Latihan Pengajar (KLP). Banyak guru Sekolah Minggu, penatua bahkan gembala jemaat diajari, diingatkan, dimotivasi bahwa Allah mengutus Anak-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus, datang ke dunia untuk mencari anak-anak agar tidak ada yang terhilang. Mereka membutuhkan juruselamat. Ditegaskannya bahwa karya Tuhan Yesus di salib harus disampaikan kepada anak, dengan bahasa yang mudah mereka pahami.

            Kerja keras beliau berbuah banyak. Sebab, tidak sedikit dari alumni Tiranus yang berjumlah 950 orang sejak tahun 1969, mengelola pusat pelayanan penginjilan dan pemuridan anak. Jika mereka menjadi gembala jemaat, terbuka ruang pelatihan guru-guru sekolah minggu agar termotivasi dan mampu menuntun anak menerima Yesus Kristus. Jika mereka menjadi guru pendidikan agama Kristen (PAK), mereka mengintegrasikan berita Injil dengan pengajaran iman dan karakter.  Murid di sekolah bukan hanya belajar PAK sebagai pengetahuan agama.

            Ibu Adelaide Heath telah mengintegrasikan mata kuliah Penginjilan Anak ke dalam pendidikan teologi. Bapa-bapa gereja dalam lima abad pertama, termasuk Clementus (150-215 M), Origenes (185-224M), Hieronimus (345-420M), Chrysostomus (347-407M), dan Agustinus (354-430M) mewariskan pemikiran dan praktik itu. 

            Kitalah yang melanjutkan obor penginjian kepada anak dengan cara kreatif, apalagi berhadapan dengan Era 4.0 dimana anak (Generasi Z) akrab dengan pembelajaran secara online. Kita tidak akan bertemu muka lagi dengan Ibu Heath yang dibaringkan di samping suaminya almarhum Pdt. Prof. Dr. W.S. Heath, di makam Pasarean Alit, Selasa, 23 Pebruari 2021.

            Mengakhiri pesan ini, terima kasih kami ucapkan kepada Bapak, Ibu dan Saudara yang mendukung pekerjaan Tuhan di Tiranus, melalui doa dan dana. Dalam kesempatan ini, izinkan kami menyampaikan beberapa pokok doa berikut:                  

            1) Berdoa bagi perkuliahan secara daring pada semester ini (8 Februari – 28 Mei 2021). Kiranya Tuhan memberikan kreatifitas dan hikmat bagi para dosen dan tenaga kependidikan. Kiranya semua peralatan dan konektifitas di kampus dan di tempat mahasiswa terjaga dan berfungsi dengan baik.

            2) Berdoa untuk 79 mahasiswa program studi Sarjana. Empat belas mahasiswa memasuki praktik pelayanan selama satu semester. Perkuliahan berlangsung pada pagi hingga sore hari. Para dosen mengajar di kelas-kelas virtual yang telah tersedia berkat bantuan para alumni.

            3) Berdoa untuk pembelajaran 54 mahasiswa program studi M.Th yang telah berubah dari Kegiatan Primo dan Medio menjadi Perkuliahan Semester Ganjil dan Genap. Perkuliahan ini berlangsung di malam hari.

            4) Berdoa untuk perkuliahan 17 mahasiswa program studi Magister Ministri (MMin). Program ini merupakan kerjasama Sinode GUP dengan Tiranus. Perkuliahan ini pun berlangsung di malam hari. Mohon dukungan doa bagi pengurusan Izin Penyelenggaraan (IP)-nya.

            5) Berdoa untuk pencukupan dana bagi operasional Tiranus Rp. 250 juta setiap bulan. Pada masa krisis ini, Tiranus melakukan kegiatan pendidikan, penelitian dan penerbitan, dan pengabdian kepada masyarakat (PkM), dengan mempertimbangkan dana yang sangat terbatas  dari para pendukung.

            Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Tuhan Yesus memberkati.

Teriring salam dan doa kami,

Binsen S. Sidjabat
NIDN 2312035701

Leave a Reply

Close Menu