{"id":1966,"date":"2020-02-29T13:27:21","date_gmt":"2020-02-29T06:27:21","guid":{"rendered":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/?p=1966"},"modified":"2020-02-29T13:27:23","modified_gmt":"2020-02-29T06:27:23","slug":"dkk-september-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/dkk-september-2019\/","title":{"rendered":"DKK September 2019"},"content":{"rendered":"\n<p>Cihanjuang, September 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!<\/p>\n\n\n\n<p>Sahabat Tiranus yang saya kasihi,<\/p>\n\n\n\n<p>Salam jumpa kembali Ibu, Bapak, dan Saudara! Apa\nkabar saat ini? Saya berharap bahwa selama di bulan September berkat Tuhan\nmelimpah, sehingga kuat dan berhikmat menghadapi beragam tantangan dan peluang.\nSecara pribadi saya berdoa terus kepada Tuhan agar kisruh sosial dan politik,\nserta beragam kerugian karena bencana alam yang terjadi dapat teratasi dengan\nbaik, dan dihadapi oleh masyarakat secara arif.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Hari Minggu 22 September saya diminta oleh\nsebuah jemaat berkotbah terkait dengan ulang tahun kota Bandung ke-209. Saya\nmengajak warga jemaat berdoa serta berpartisipasi aktif bagi kesejahteraan kota\ndimana mereka ditempatkan (Yer. 29:7,8). Juga saya mengajak mereka memahami\npesan Tuhan Yesus tentang identitas dan peran sebagai \u201cgaram dan terang dunia\u201d\n(Mat. 5:13-16). Pesan rasul Paulus kepada Timotius, supaya menaikkan doa\nsyafaat untuk pemerintah (1 Tim. 2:1-3) turut menjadi bagian isi kotbah.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Saat memikirkan peran sebagai \u201cgaram dan\nterang dunia\u201d dalam pengajaran Tuhan Yesus (Mat. 5-7), muncul pertanyaan\ntentang praktiknya. Lalu saya mengajak jemaat memahami bahwa sebagai \u201cgaram dan\nterang dunia,\u201d para pengikut Tuhan pertama-tama \u201cmerendahkan hati di hadapan\nAllah\u201d (5:3), sedia \u201cberdukacita karena aniaya dan penolakan\u201d (5:4,10-12),\nkemudian belajar \u201clemah lembut atau menguasai diri\u201d (5:5), tetap \u201chaus dan\nlapar akan kebenaran\u201d (5:6), \u201cbermurah hati\u201d (5:7), \u201cmenjaga kesucian hati\u201d\n(5:8), dan akhirnya berupaya \u201cmembawa damai\u201d (5:9).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Jalan-jalan itu tidak selalu mudah. Tuhan\nmelukiskan perkara itu ibarat jalan sempit yang dihindarkan banyak orang\n(7:13-14). Jalan-jalan itu kerap menimbulkan kelelahan emosi dan mental. Namun,\ndengan selalu datang dan belajar kepada Kristus, dijanjikan bahwa batin yang\nlelah akan dilegakan-Nya (Mat. 11:28-30). Roh Kudus yang mendiami setiap orang\npercaya akan menguatkan, mengajari dan memampukan mereka (Yoh. 14:16-17, 26).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Persiapan reakreditasi institusi. Dalam\nperan sebagai \u201cgaram dan terang\u201d melalui pendidikan, salah satu fokus perhatian\nutama kami di kampus ialah persiapan reakreditasi institusi. Kelengkapan data\ndosen di pangkalan data perguruan tinggi yang selama ini kurang bagus, tengah\ndibenahi. Begitu pula dengan kelengkapan dokumen-dokumen terkait. Atas\nbimbingan Sdr. Feliks Samosir, yang cekatan di bidang manajemen sistem\ninformasi perguruan tinggi, tiga staf kependidikan baru tampak membuat kemajuan\nberarti. Puji Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Lokakarya pendidikan teologi online.\nMeresponi kemajuan teknologi informasi dewasa ini perguruan tinggi umum dan\nperguruan tinggi teologi telah mengelola pembelajaran daring. Dalam kegiatan\nlokakarya yang difasilitasi Overseas Council International (OCI) di Bangkok,\nThailand, pada 3-6 September lalu, B.S.Sidjabat bersama Rio Marbun menyaksikan\nbagaimana Bangkok Bible Seminary (BBS) melayani 140 mahasiswa yang tersebar di\nseluruh negara itu melalui pembelajaran online. Sebuah ruangan khusus tersedia\ndi kampus dilengkapi dengan peralatan pendukung. Dr. Steve Taylor, teolog dari\nUK yang sudah 39 tahun di negeri gajah itu, mengembangkan pembelajaran daring\nitu. Dikatakan, diperlukan biaya sekitar USD5200 atau sekitar 72,8 juta rupiah\nuntuk membangun ruangan khusus di BBS itu. Tiranus baru memiliki perangkat\nsederhana untuk melayani pembelajaran online itu, dan berdoa untuk pencukupan\ndana yang dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Pendidikan lanjutan dosen. Pendidikan\nlanjutan dosen di Tiranus terasa sangat mendesak untuk memenuhi kelengkapan\ndosen yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional<\/p>\n\n\n\n<p>(NIDN). Program pascasarjana (M.Th) menurut peraturan\nperguruan tinggi memerlukan lima dosen tetap penuh. Kini, dosen yang memiliki\nNIDN hanya empat orang, karena dosen yang berusia di atas 65 tahun langsung\nmendapat Nomor Urut Pendidik (NUP). Kita terus mendukung upaya Bapak Pdt. Edi\nS. Ginting merampungkan bagian akhir disertasinya di STT Jakarta. Begitu pula\ndengan usaha keras Bapak Raskita Barus menuntaskan disertasi untuk Torch\nInternational University di Seoul, Korea, akhir tahun 2019 ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Kita bersyukur bahwa Bapak Hery Setio Adi\n(M.Th) sudah memulai studinya di tingkat doktoral dalam Perjanjian Lama, di STT\nCipanas. Kita patut memuji Tuhan bahwa Langham Leadership Development di New\nZealand telah mendesak Sdr. Herry Susanto (M.Th) untuk segera memempersiapkan\ndiri bagi studi Ph.D bidang Perjanjian Baru di Ottago University di bawah\nasuhan Prof. Paul Trebilco. Jika semua berjalan baik, maka Sdr. Herry Susanto\ndiharapkan memulai studi by research itu pada bulan Maret 2020. Kalau\nberlangsung sesuai rencana, istri bersama dua anak menyusul ke sana pada bulan\nJuli 2019. Semoga dalam waktu 3,5 tahun disertasinya tentang surat Kolose\nrampung.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Pelayanan para alumni. Kita bersyukur bahwa\npara alumni yang baru diwisuda di bulan Juli 2019 lalu telah berada di beragam\nmedan pelayanan gerejawi. Kita patut mendukung mereka di dalam doa supaya tetap\nsetia, cendekia dan berhati mulai (berkarakter) dalam melaksanakan Amanat Agung\nKristus. Sangat menarik melihat karya Tuhan bagi Sdr. Jaka Sianipar (S.Th) yang\nbersama istri dan dua anak mereka, kini berada di pedalaman Kalimantan Tengah,\nmelayani warga jemaat Gepembri. Kiranya Tuhan memampukan mereka menyesuaikan\ndiri.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Mahasiswa praktik dari program sarjana.\nSebanyak 17 orang mahasiswa semester tujuh kini berada di berbagai lokasi.\nMereka tengah ditempa Sang Pemberi Amanat Agung menghadapi peluang dan\ntantangan khususnya penyesuaian diri dengan konteks, dengan tetap fokus kepada\npewartaan Injil Yesus Kristus. Kiranya beragam pengalaman satu semester\nmenajamkan spiritualitas, karakter dan keterampilan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Renovasi tiga unit asrama mahasiswa\nberkeluarga. Tiga unit rumah sederhana untuk asrama mahasiswa berkeluarga kecil\ntengah dikerjakan. Biaya tersedia melalui dukungan satu keluarga warga jemaat\nGepembri, Kelapa Gading, Jakarta. Kini renovasi itu sudah pada tahap memasang\nlantai dan pembenahan bagian dalam ruangan. Puji Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Kebutuhan finansial lembaga. Laporan\nkeuangan dari Bendahara ialah bahwa hingga akhir pertengahan September, Tiranus\nmengalami defisit sejumlah 40 juta rupiah. Terima kasih banyak atas dukungan\ndoa serta finansial dari Bapak\/Ibu\/Sdr bagi pencukupan dana operasional\nberjumlah Rp. 303 juta per bulan. Agar bona fide, menurut dua asesor BAN PT\npada kunjungan di 2014, Tiranus harus memiliki dana abadi (buffer) sedikitnya 2\nM rupiah.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp; Demikianlah informasi, ucapan syukur\nkepada Tuhan, dan permohonan doa yang dapat kami kemukakan dalam kesempatan\nini. Terima kasih banyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Teriring salam dan doa kami,<\/p>\n\n\n\n<p>Dr. Binsen S. Sidjabat<br>NIDN 2312035701<\/p>\n\n\n\n<p>Catatan:<br>Untuk menghemat biaya pengiriman DKK melalui pos, kami memohon kesediaan Bapak\/Ibu dan Saudara mengirimkan alamt email kepada: baum@tiranus.ac.id atau mengirimkan nomor WA Kepala Bagian Umum Tiranus, Ibu Lidya Chayo: 0821-1467-2781.Terima kasih banyak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cihanjuang, September 2019 Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus! Sahabat Tiranus yang saya kasihi, Salam jumpa kembali Ibu, Bapak, dan Saudara! Apa kabar saat ini? Saya berharap bahwa selama di bulan September berkat Tuhan melimpah, sehingga kuat dan berhikmat menghadapi beragam tantangan dan peluang. Secara pribadi saya berdoa terus kepada Tuhan agar kisruh sosial &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/dkk-september-2019\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;DKK September 2019&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[10],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1966"}],"collection":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1966"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1967,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1966\/revisions\/1967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}