{"id":1977,"date":"2020-02-29T13:31:57","date_gmt":"2020-02-29T06:31:57","guid":{"rendered":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/?p=1977"},"modified":"2020-02-29T13:32:03","modified_gmt":"2020-02-29T06:32:03","slug":"dkk-november-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/dkk-november-2019\/","title":{"rendered":"DKK November 2019"},"content":{"rendered":"\n<p>Cihanjuang, November 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!<\/p>\n\n\n\n<p>Sahabat Tiranus yang saya kasihi,<\/p>\n\n\n\n<p>Apa kabar Bapak dan Ibu serta Saudara\/i pendukung\nTiranus? Kami semua di kampus, juga tiada henti bersyukur kepada Allah Bapa,\nTuhan kita Yesus Kristus dan Roh Kudus, karena memiliki para pendukung setia.\nDalam kegiatan doa pagi setiap hari Senin, doa syafaat dalam ibadah Kamis,\nserta dalam doa puasa di hari Jumat siang, kami memohon kepada Tuhan supaya\nkasih karunia-Nya melimpahi para mitra dan calon mitra Tiranus.<\/p>\n\n\n\n<p>Izinkah saya secara ringkas berbagi sukacita. Di\nbulan November ini saya terpesona dengan kecerdasan iman wanita Siro Fenesia,\nsuku Kanaan (Mat. 5:21-28). Anaknya perempuan sakit, dan sangat menderita\nkarena dirasuk setan. Saya kira pikiran dan hati ibu itu pun amat menderita.\nMaka saat berjumpa Yesus diserukan, \u201cKasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud,\nkarena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita\u201d (22).<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan diam sejenak. Entah mengapa. Diamnya Tuhan\nditafsir para murid seolah Sang Guru menolak beri tolongan. Motif rasisme dan\nperbedaan gender membuat mereka desak Yesus dengan perkataan, \u201cSuruhlah ia\npergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak\u201d (23). Saya sendiri merasa\nprihatian dengan ucapan para murid itu. Tampak kehampaan belas kasihan, kontras\ndengan Sang Guru yang memanggil dan mengajar mereka (Mat. 9:35-36).<\/p>\n\n\n\n<p>Saat Orang Nazaret itu berkata, \u201cAku diutus hanya\nkepada domba-domba yang hilang dari umat Israel,\u201d perempuan berbeban berat itu\nmalah mendekat dan menyembah sambil berkata: \u201cTuhan tolonglah aku\u201d (24-25).\nKetika Tuhan kemukakan sebuah kelaziman di rumah orang kaya di Israel, bahwa\nroti yang disediakan bagi anak-anak tidak patut diambil lalu diserahkan kepada\nanjing peliharaan di rumah, perempuan itu menjawab, \u201cBenar Tuhan, namun anjing\nitu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya\u201d (26-27).<\/p>\n\n\n\n<p>Cerdas sekali. Perempuan itu tidak tersinggung.\nIa tidak risau dengar kata anjing. Sebaliknya, wanita non-yahudi itu fokus\nkepada remah-remah roti yang jatuh dari meja tuan. Perempuan itu tidak minta\nroti yang menjadi hak anak. Ia hanya mohonkan remah-remah. Wanita itu tahu\nbahwa tugas Yesus pertama-tama kepada umat Israel yang terhilang, nyatakan\ninjil Kerajaan Sorga tentang kebenaran, kuasa dan kasih Allah. Ia cuma minta\nsedikit kemurahan yang tersedia untuk bangsa pilihan, bagi kesembuhan anak dan\nbagi pemulihan hatinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sangat mengejutkan tentunya ketika para murid\ndengar Yesus berkata, \u201cHai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti\nyang kau kehendaki\u201d (28). Perempuan itu disebut ibu dan diapresiasi. Dituliskan\noleh Matius, bahwa \u201cseketika itu juga anaknya sembuh.\u201d Saya melihat iman\nsebesar biji sesawi dalam diri perempuan itu. Iman yang kecil mampu\nmendatangkan berkat besar dari Anak Daud, Mesias, yang penuh belas kasih!\nWanita itu mengajarkan bahwa keyakinan kuat membangkitkan kegigihan berseru\nkepada Sang Juruselamat. Berhasil!<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai bagian dari bangsa Indonesia sebenarnya\nkita pun tidak patut dilawat Tuhan Yesus. Namun, kasih Allah bagi segala suku\nbangsa buat kita beroleh pengampunan dosa, jaminan kehidupan kekal,\njawab-jawaban doa dan bahkan hidup berkemenangan. Bahkan secara ajaib Allah\nmenyediakan Tiranus menjadi tempat orang bertumbuh dalam pengenalan akan kasih\nkarunia yang besar di dalam Tuhan Yesus Kristus. Lembaga berusia 53 tahun ini\n(1966-sekarang) terus mendapat tuntunan, naungan, bimbingan dan pencukupan dari\nAllah yang maha pemurah dan penyayang.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Kemurahan-Nya atas diri Pak Raskita Barus.\nPuji Tuhan, beliau telah berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan Dewan Penguji\ndisertasinya di Torch International University di Seoul, pada hari Jumat 22\nNovember 2019. Kami bisa merasakan bahwa beban yang selama ini menindihnya\ntelah dilepas oleh kebaikan Tuhan Yesus sang mahacerdas. Beliau masih akan\nmerampungkan perbaikan disertasi hingga mengikuti wisuda pada 27 Desember.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Kemurahan-Nya akan menuntun dosen lain.\nKita patut mendukung Pdt. Edi S. Ginting yang tengah menunggu hasil penilaian\ndisertasi dari supervisornya di STT Jakarta. Jika berjalan baik, Pak Ginting\nsegera mengikuti ujian disertasi. Sudah satu semester Pak Hery Setio Adi (M.Th)\nbergumul dengan studi pradoktoral dalam Perjanjian Lama, di STT Cipanas. Sdr.\nHerry Susanto (M.Th) tengah memempersiapkan diri bagi studi Ph.D bidang\nPerjanjian Baru di Ottago University mulai bulan April 2020.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Kemurahan-Nya menaungi mahasiswa praktik.\nSebanyak 17 orang mahasiswa semester tujuh kini berada di berbagai lokasi.\nMereka tengah ditempa Sang Pemberi Amanat Agung menghadapi peluang dan tantangan\nkhususnya penyesuaian diri dengan konteks, dengan tetap fokus kepada pewartaan\nInjil Yesus Kristus.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Kemurahan-Nya bagi kampus. Renovasi tiga\nunit rumah sederhana untuk asrama mahasiswa berkeluarga kecil (Camprenik)\nhampir rampung pengerjaannya. Biaya tersedia melalui dukungan satu keluarga\nwarga jemaat Gepembri, Kelapa Gading, Jakarta. Puji Tuhan. Bagian depan samping\ndari Gedung Bale Luhung, yang roboh karena lapuk, sudah selesai diperbaiki.\nBiaya perbaikan sebesar 35 juta disediakan Tuhan melalui para alumni Tiranus.\nHal itu adalah wujud kepedulian yang sangat berharga!<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Kemurahan untuk institusi. Tim kerja\nreakreditasi intitusi dibawah koordinasi Dr. Rudy Alouw terus menyiapkan\nberagam kelengkapan yang akan dikirmkan secara online awal Desember. Agar bona\nfide, menurut dua asesor BAN PT pada kunjungan di 2014, Tiranus harus memiliki\ndana abadi (buffer) sedikitnya 2 M rupiah. Atas kemurahan Tuhan, seorang\nhamba-Nya telah mengirimkan dana sebesar 50 juta rupiah untuk keperluan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Kemurahan untuk finansial lembaga. Laporan\nkeuangan dari Bendahara ialah bahwa pada bulan Oktober, Tiranus didukung oleh\n77 donatur. Saldo kas sebesar Rp. 453 juta, namun dengan defisit dana Rp. 26\njuta. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan doa dan dana Bapak, Ibu dan Saudara,\njuga untuk kesediaan sharing tentang informasi pekerjaan Tuhan di Tiranus yang\nmendidik 147 mahasiswa, kepada mereka yang terbeban.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Dukungan doa. Tuhan Yesus kiranya memberi\npenghiburan bagi keluarga Serius Mendrofa\/Ani Marbun, atas meninggalnya ayahanda\npada hari Jumat 22 November 2019 di daerah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.\nKiranya perayaan Natal STA Tiranus, pada hari Sabtu 30 November 2019\nmendatangkan kemuliaan bagi Allah yang kudus.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian informasi dan teriring salam dan doa\nkami,<\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/akademik\/dosen\/binsenssidjabat\/\">Dr. Binsen S. Sidjabat<\/a><\/strong><br>NIDN 2312035701<\/p>\n\n\n\n<p>Catatan:<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Untuk menghemat biaya pengiriman DKK\nmelalui pos, kami memohon kesediaan Bapak\/Ibu dan Saudara mengirimkan alamat\nemail kepada: baum@tiranus.ac.id atau mengirimkan nomor WA Kepala Bagian Umum\nTiranus, Ibu Lidya Cahyo: 0821-1467-2781.Terima kasih banyak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cihanjuang, November 2019 Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus! Sahabat Tiranus yang saya kasihi, Apa kabar Bapak dan Ibu serta Saudara\/i pendukung Tiranus? Kami semua di kampus, juga tiada henti bersyukur kepada Allah Bapa, Tuhan kita Yesus Kristus dan Roh Kudus, karena memiliki para pendukung setia. Dalam kegiatan doa pagi setiap hari Senin, doa &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/dkk-november-2019\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;DKK November 2019&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[10],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1977"}],"collection":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1977"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1980,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1977\/revisions\/1980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}