{"id":1981,"date":"2020-02-29T13:33:51","date_gmt":"2020-02-29T06:33:51","guid":{"rendered":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/?p=1981"},"modified":"2020-02-29T13:33:54","modified_gmt":"2020-02-29T06:33:54","slug":"dkk-desember-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/dkk-desember-2019\/","title":{"rendered":"DKK Desember 2019"},"content":{"rendered":"\n<p>Cihanjuang, Desember 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!<\/p>\n\n\n\n<p>Sahabat Tiranus yang saya kasihi,<\/p>\n\n\n\n<p>Apa kabar Bapak dan Ibu serta Saudara\/i pendukung\nTiranus? Kami berharap sukacita perayaan kelahiran (Natal) mewarnai hati, jiwa\ndan pikiran Anda semua. Perayaan Natal komunitas STA Tiranus telah berlangsung\ndengan ceria pada hari Sabtu, 30 November 2019, pukul 17.00 hingga 19.30 wib.\nPuji Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Mahasiswa program Sarjana (S-1) telah\nmenjadikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan itu sebagai sarana pengucapan\nsyukur kepada Allah, karena telah berhasil melakukan studi selama satu\nsemester. Mereka juga mengemas acara itu sedemikian sehingga melibatkan\nanak-anak bernyanyi dan talkshow dengan empat alumni di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Firman Tuhan disampaikan oleh hamba-Nya\nBapak Dr. Sridadi Atiyanto melalui pagelaran wayang, yang mengingatkan kami\nuntuk lebih sungguh menerapkan perintah Tuhan Yesus yakni \u201cmelayani bukan untuk\ndilayani\u201d (Mrk. 10:45). Ditekankan bahwa sikap melayani yang diteladankan\nKristus ditandai oleh pemberian serta pengorbanan diri bagi mereka yang\ndilayani.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Pada masa Natal ini, saya sangat tertarik\nmemikirkan tempat Tuhan Yesus dibaringkan setelah dilahirkan, yakni sebuah\npalungan di kandang domba di Betlehem, kota Daud sebagaimana dinubuatkan oleh\nnabi Mika (5:2). Bahkan tempat palungan itu di sebut di Menara Kawanan Domba,\nyang dalam Bahasa Ibrani disebut Migdal Eder (Mika 4:8).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Menurut Bodie &amp; Brock Thoeno dalam Why\nManger? (2006), pada masa lampau untuk kepentingan Bait Allah, setiap induk\ndomba yang akan melahirkan di bawa ke tempat itu. Anak domba yang baru lahir\ndan diperiksa tidak bercacat, dibungkus dalam lampin lalu dibaringkan dalam\npalungan, wadah makanan ternak. Setelah anak domba merasa tenang ia diturunkan\nuntuk seterusnya dipelihara. Anak domba yang tidak bercacat itu akan menjadi\nkorban penghapusan dosa di Bait Allah, Yerusalem.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Ketika para gembala di padang Efrata\nmendengar pesan bahwa telah lahir Juruselamat di kota Daud, tanda yang\ndiberikan bagi mereka ialah bayi itu dibungkus dengan kain lampin dan\ndibaringkan dalam palungan. Mereka tahu lokasi yakni ke Betlehem ke Menara\nKawanan Domba (Migdal Eder), lalu menemukan tanda tepat seperti yang\ndikemukakan malaikat dan diiringi kidung merdu bara tentara sorga (Luk.\n2:13-14).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Para gembala biasanya dianggap sebagai\nmasyarakat miskin, dari strata sosial rendah, kurang berpendidikan. Namun,\nAllah memberi mereka kesempatan menyaksikan kedatangan Sang Juruselamat. Para\ngembala tidak kesulitan menemukan lokasi Migdal Eder di Betlehem. Begitu\nmelihat tanda, mereka langsung tahu bahwa bayi Yesus yang dibungkus dengan kain\nlampin dan dibaringkan dalam palungan adalah Anak Domba yang tiada bercela yang\nkelak dikorbankan bagi penghapusan dosa. Mereka yang mendengar pesan malaikat\ndan cerita para gembala itu bersukacita dan memuji Allah (Luk. 2:18).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Di kemudian hari Yohanes Pembaptis berkata,\n\u201cLihatlah, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia\u201d (Yoh. 1:29). Rasul\nPetrus menuliskan bahwa kita ditebus oleh darah yang mahal dan tiada bercela (1\nPtr. 1:18-20; 2:24). Penulis Ibrani menegaskan bahwa darah Kristus yang tiada\nbercacat itu menyucikan hati nurani kita dari segala kejahatan supaya\ndilayakkan beribadah kepada Allah yang hidup (Ibr. 9:14).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Jadi, dari saat kelahiran-Nya pun, Yesus\nKristus telah nyata sebagai korban yang akan dipersembahkan untuk pengampunan\ndosa dunia. Dia diutus Bapa-Nya bagi tugas khusus itu. Karena itu dikatakan,\n\u201cBapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya\nkembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku\nmemberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan\nberkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapak-Ku\u201d (Yoh.\n10:18-19). Tidak mengherankan bila salah satu perkataan Tuhan di salib adalah,\n\u201cSudah selesai!\u201d Setelah itu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan\nnyawa-Nya (Yoh. 19:30).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Perayaan Natal patut menjadi sangat\nbermakna bagi kita. Perayaan itu memang menjadi tradisi gereja setelah abad\nke-4. Sebelumnya mereka fokus kepada perayaan Paskah saja, sebagai tanda syukur\nkepada Tuhan Yesus atas kematian-Nya di salib dan kebangkitan-Nya dari kubur\npada hari ketiga. Perayaan Natal, seyogianya memotivasi kita bersyukur bahwa\nAllah datang melawat manusia dalam diri Tuhan Yesus Kristus.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Kita patut berterima kasih karena TUHAN\nberkenan memakai STA Tiranus menjadi wadah tempat belajar mahasiswa agar lebih\nmengenal pribadi, ajaran dan karya Tuhan Yesus Kristus (Kol. 2:6,7). Mereka\nbelajar menjadi murid-Nya. Selanjutnya, mereka menjadi pengemban Amanat Agung\nTuhan Yesus Kristus melalui beragam bentuk pelayanan. Mereka akan dipakai Tuhan\nmengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya (Mat. 28:19), sebagaimana\ndapat mereka ketahui dari keempat kitab Injil dan keseluruhan Perjanjian Baru.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Terima kasih banyak atas dukungan Bapak,\nIbu dan Saudara bagi pekerjaan Tuhan kita dalam satu tahun berlalu. Anda sudah\nturut mengambil bagian dalam perlengkapan hamba-hamba Tuhan yang akan\nmemberitakan Tuhan Yesus melalui perkataan, perbuatan, sikap hidup dan\nkehadiran kuasa Roh Kudus yang membawa kesembuhan dan pemulihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mohon sedia pula mendukung kami dalam doa untuk\nbeberapa hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Tiga mahasiswa program pascasarjana yang sudah\nlulus ujian tesis pada hari Rabu, 4<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp; &nbsp; Desember 2019, yakni: Sherly E.\nKawengian, Sri Fani Mbonohu, dan Benny Prakarsa Yustianto.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Rapat Kerja program pelayanan ke depan pada\nhari Senin, 9-11 Desember 2019, semoga membuahkan kemajuan bagi kinerja\nlembaga.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Pada tanggal 16 &#8211; 31 Desember para dosen dan\ntenaga kependidikan menikmati masa libur Natal, dan kiranya menjadi berkat bagi\nkeluarga dan warga jemaat yang dilayani.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Pada 6 Januari s\/d 2 Februari 2020, para dosen\ndan staf melayani para mahasiswa program pascasarjana. Kiranya hikmat dan kuasa\nTuhan Yesus melimpahi.<\/p>\n\n\n\n<p>5. Kiranya TUHAN terus mencukupkan dana\noperasional STA Tiranus Rp. 303 juta per bulan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Demikian informasi kami dari kampus\nCihanjuang dengan ucapan:<\/p>\n\n\n\n<p>Selamat Hari Natal 25 Desember 2019<\/p>\n\n\n\n<p>Teriring salam dan doa kami,<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/akademik\/dosen\/binsenssidjabat\/\">Dr. Binsen S. Sidjabat<\/a><br>NIDN 2312035701<\/p>\n\n\n\n<p>Catatan:<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Untuk menghemat biaya pengiriman DKK\nmelalui pos, kami memohon kesediaan Bapak\/Ibu dan Saudara mengirimkan alamat\nemail kepada: baum@tiranus.ac.id atau mengirimkan nomor WA Kepala Bagian Umum\nTiranus, Ibu Lidya Cahyo: 0821-1467-2781.Terima kasih banyak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cihanjuang, Desember 2019 Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus! Sahabat Tiranus yang saya kasihi, Apa kabar Bapak dan Ibu serta Saudara\/i pendukung Tiranus? Kami berharap sukacita perayaan kelahiran (Natal) mewarnai hati, jiwa dan pikiran Anda semua. Perayaan Natal komunitas STA Tiranus telah berlangsung dengan ceria pada hari Sabtu, 30 November 2019, pukul 17.00 hingga &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/dkk-desember-2019\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;DKK Desember 2019&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[10],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1981"}],"collection":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1981"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1981\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1984,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1981\/revisions\/1984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tiranus.ac.id\/wp7\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}