DKK Desember 2019

Cihanjuang, Desember 2019

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!

Sahabat Tiranus yang saya kasihi,

Apa kabar Bapak dan Ibu serta Saudara/i pendukung Tiranus? Kami berharap sukacita perayaan kelahiran (Natal) mewarnai hati, jiwa dan pikiran Anda semua. Perayaan Natal komunitas STA Tiranus telah berlangsung dengan ceria pada hari Sabtu, 30 November 2019, pukul 17.00 hingga 19.30 wib. Puji Tuhan.

 Mahasiswa program Sarjana (S-1) telah menjadikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan itu sebagai sarana pengucapan syukur kepada Allah, karena telah berhasil melakukan studi selama satu semester. Mereka juga mengemas acara itu sedemikian sehingga melibatkan anak-anak bernyanyi dan talkshow dengan empat alumni di dalamnya.

 Firman Tuhan disampaikan oleh hamba-Nya Bapak Dr. Sridadi Atiyanto melalui pagelaran wayang, yang mengingatkan kami untuk lebih sungguh menerapkan perintah Tuhan Yesus yakni “melayani bukan untuk dilayani” (Mrk. 10:45). Ditekankan bahwa sikap melayani yang diteladankan Kristus ditandai oleh pemberian serta pengorbanan diri bagi mereka yang dilayani.

 Pada masa Natal ini, saya sangat tertarik memikirkan tempat Tuhan Yesus dibaringkan setelah dilahirkan, yakni sebuah palungan di kandang domba di Betlehem, kota Daud sebagaimana dinubuatkan oleh nabi Mika (5:2). Bahkan tempat palungan itu di sebut di Menara Kawanan Domba, yang dalam Bahasa Ibrani disebut Migdal Eder (Mika 4:8).

 Menurut Bodie & Brock Thoeno dalam Why Manger? (2006), pada masa lampau untuk kepentingan Bait Allah, setiap induk domba yang akan melahirkan di bawa ke tempat itu. Anak domba yang baru lahir dan diperiksa tidak bercacat, dibungkus dalam lampin lalu dibaringkan dalam palungan, wadah makanan ternak. Setelah anak domba merasa tenang ia diturunkan untuk seterusnya dipelihara. Anak domba yang tidak bercacat itu akan menjadi korban penghapusan dosa di Bait Allah, Yerusalem.

 Ketika para gembala di padang Efrata mendengar pesan bahwa telah lahir Juruselamat di kota Daud, tanda yang diberikan bagi mereka ialah bayi itu dibungkus dengan kain lampin dan dibaringkan dalam palungan. Mereka tahu lokasi yakni ke Betlehem ke Menara Kawanan Domba (Migdal Eder), lalu menemukan tanda tepat seperti yang dikemukakan malaikat dan diiringi kidung merdu bara tentara sorga (Luk. 2:13-14).

 Para gembala biasanya dianggap sebagai masyarakat miskin, dari strata sosial rendah, kurang berpendidikan. Namun, Allah memberi mereka kesempatan menyaksikan kedatangan Sang Juruselamat. Para gembala tidak kesulitan menemukan lokasi Migdal Eder di Betlehem. Begitu melihat tanda, mereka langsung tahu bahwa bayi Yesus yang dibungkus dengan kain lampin dan dibaringkan dalam palungan adalah Anak Domba yang tiada bercela yang kelak dikorbankan bagi penghapusan dosa. Mereka yang mendengar pesan malaikat dan cerita para gembala itu bersukacita dan memuji Allah (Luk. 2:18).

 Di kemudian hari Yohanes Pembaptis berkata, “Lihatlah, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29). Rasul Petrus menuliskan bahwa kita ditebus oleh darah yang mahal dan tiada bercela (1 Ptr. 1:18-20; 2:24). Penulis Ibrani menegaskan bahwa darah Kristus yang tiada bercacat itu menyucikan hati nurani kita dari segala kejahatan supaya dilayakkan beribadah kepada Allah yang hidup (Ibr. 9:14).

 Jadi, dari saat kelahiran-Nya pun, Yesus Kristus telah nyata sebagai korban yang akan dipersembahkan untuk pengampunan dosa dunia. Dia diutus Bapa-Nya bagi tugas khusus itu. Karena itu dikatakan, “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapak-Ku” (Yoh. 10:18-19). Tidak mengherankan bila salah satu perkataan Tuhan di salib adalah, “Sudah selesai!” Setelah itu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya (Yoh. 19:30).

 Perayaan Natal patut menjadi sangat bermakna bagi kita. Perayaan itu memang menjadi tradisi gereja setelah abad ke-4. Sebelumnya mereka fokus kepada perayaan Paskah saja, sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yesus atas kematian-Nya di salib dan kebangkitan-Nya dari kubur pada hari ketiga. Perayaan Natal, seyogianya memotivasi kita bersyukur bahwa Allah datang melawat manusia dalam diri Tuhan Yesus Kristus.

 Kita patut berterima kasih karena TUHAN berkenan memakai STA Tiranus menjadi wadah tempat belajar mahasiswa agar lebih mengenal pribadi, ajaran dan karya Tuhan Yesus Kristus (Kol. 2:6,7). Mereka belajar menjadi murid-Nya. Selanjutnya, mereka menjadi pengemban Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus melalui beragam bentuk pelayanan. Mereka akan dipakai Tuhan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya (Mat. 28:19), sebagaimana dapat mereka ketahui dari keempat kitab Injil dan keseluruhan Perjanjian Baru.

 Terima kasih banyak atas dukungan Bapak, Ibu dan Saudara bagi pekerjaan Tuhan kita dalam satu tahun berlalu. Anda sudah turut mengambil bagian dalam perlengkapan hamba-hamba Tuhan yang akan memberitakan Tuhan Yesus melalui perkataan, perbuatan, sikap hidup dan kehadiran kuasa Roh Kudus yang membawa kesembuhan dan pemulihan.

Mohon sedia pula mendukung kami dalam doa untuk beberapa hal berikut:

1. Tiga mahasiswa program pascasarjana yang sudah lulus ujian tesis pada hari Rabu, 4

    Desember 2019, yakni: Sherly E. Kawengian, Sri Fani Mbonohu, dan Benny Prakarsa Yustianto.

2. Rapat Kerja program pelayanan ke depan pada hari Senin, 9-11 Desember 2019, semoga membuahkan kemajuan bagi kinerja lembaga.

3. Pada tanggal 16 – 31 Desember para dosen dan tenaga kependidikan menikmati masa libur Natal, dan kiranya menjadi berkat bagi keluarga dan warga jemaat yang dilayani.

4. Pada 6 Januari s/d 2 Februari 2020, para dosen dan staf melayani para mahasiswa program pascasarjana. Kiranya hikmat dan kuasa Tuhan Yesus melimpahi.

5. Kiranya TUHAN terus mencukupkan dana operasional STA Tiranus Rp. 303 juta per bulan.

 Demikian informasi kami dari kampus Cihanjuang dengan ucapan:

Selamat Hari Natal 25 Desember 2019

Teriring salam dan doa kami,

Dr. Binsen S. Sidjabat
NIDN 2312035701

Catatan:

 Untuk menghemat biaya pengiriman DKK melalui pos, kami memohon kesediaan Bapak/Ibu dan Saudara mengirimkan alamat email kepada: baum@tiranus.ac.id atau mengirimkan nomor WA Kepala Bagian Umum Tiranus, Ibu Lidya Cahyo: 0821-1467-2781.Terima kasih banyak.

DKK November 2019

Cihanjuang, November 2019

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!

Sahabat Tiranus yang saya kasihi,

Apa kabar Bapak dan Ibu serta Saudara/i pendukung Tiranus? Kami semua di kampus, juga tiada henti bersyukur kepada Allah Bapa, Tuhan kita Yesus Kristus dan Roh Kudus, karena memiliki para pendukung setia. Dalam kegiatan doa pagi setiap hari Senin, doa syafaat dalam ibadah Kamis, serta dalam doa puasa di hari Jumat siang, kami memohon kepada Tuhan supaya kasih karunia-Nya melimpahi para mitra dan calon mitra Tiranus.

Izinkah saya secara ringkas berbagi sukacita. Di bulan November ini saya terpesona dengan kecerdasan iman wanita Siro Fenesia, suku Kanaan (Mat. 5:21-28). Anaknya perempuan sakit, dan sangat menderita karena dirasuk setan. Saya kira pikiran dan hati ibu itu pun amat menderita. Maka saat berjumpa Yesus diserukan, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita” (22).

Tuhan diam sejenak. Entah mengapa. Diamnya Tuhan ditafsir para murid seolah Sang Guru menolak beri tolongan. Motif rasisme dan perbedaan gender membuat mereka desak Yesus dengan perkataan, “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak” (23). Saya sendiri merasa prihatian dengan ucapan para murid itu. Tampak kehampaan belas kasihan, kontras dengan Sang Guru yang memanggil dan mengajar mereka (Mat. 9:35-36).

Saat Orang Nazaret itu berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel,” perempuan berbeban berat itu malah mendekat dan menyembah sambil berkata: “Tuhan tolonglah aku” (24-25). Ketika Tuhan kemukakan sebuah kelaziman di rumah orang kaya di Israel, bahwa roti yang disediakan bagi anak-anak tidak patut diambil lalu diserahkan kepada anjing peliharaan di rumah, perempuan itu menjawab, “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya” (26-27).

Cerdas sekali. Perempuan itu tidak tersinggung. Ia tidak risau dengar kata anjing. Sebaliknya, wanita non-yahudi itu fokus kepada remah-remah roti yang jatuh dari meja tuan. Perempuan itu tidak minta roti yang menjadi hak anak. Ia hanya mohonkan remah-remah. Wanita itu tahu bahwa tugas Yesus pertama-tama kepada umat Israel yang terhilang, nyatakan injil Kerajaan Sorga tentang kebenaran, kuasa dan kasih Allah. Ia cuma minta sedikit kemurahan yang tersedia untuk bangsa pilihan, bagi kesembuhan anak dan bagi pemulihan hatinya.

Sangat mengejutkan tentunya ketika para murid dengar Yesus berkata, “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki” (28). Perempuan itu disebut ibu dan diapresiasi. Dituliskan oleh Matius, bahwa “seketika itu juga anaknya sembuh.” Saya melihat iman sebesar biji sesawi dalam diri perempuan itu. Iman yang kecil mampu mendatangkan berkat besar dari Anak Daud, Mesias, yang penuh belas kasih! Wanita itu mengajarkan bahwa keyakinan kuat membangkitkan kegigihan berseru kepada Sang Juruselamat. Berhasil!

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia sebenarnya kita pun tidak patut dilawat Tuhan Yesus. Namun, kasih Allah bagi segala suku bangsa buat kita beroleh pengampunan dosa, jaminan kehidupan kekal, jawab-jawaban doa dan bahkan hidup berkemenangan. Bahkan secara ajaib Allah menyediakan Tiranus menjadi tempat orang bertumbuh dalam pengenalan akan kasih karunia yang besar di dalam Tuhan Yesus Kristus. Lembaga berusia 53 tahun ini (1966-sekarang) terus mendapat tuntunan, naungan, bimbingan dan pencukupan dari Allah yang maha pemurah dan penyayang.

 Kemurahan-Nya atas diri Pak Raskita Barus. Puji Tuhan, beliau telah berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan Dewan Penguji disertasinya di Torch International University di Seoul, pada hari Jumat 22 November 2019. Kami bisa merasakan bahwa beban yang selama ini menindihnya telah dilepas oleh kebaikan Tuhan Yesus sang mahacerdas. Beliau masih akan merampungkan perbaikan disertasi hingga mengikuti wisuda pada 27 Desember.

 Kemurahan-Nya akan menuntun dosen lain. Kita patut mendukung Pdt. Edi S. Ginting yang tengah menunggu hasil penilaian disertasi dari supervisornya di STT Jakarta. Jika berjalan baik, Pak Ginting segera mengikuti ujian disertasi. Sudah satu semester Pak Hery Setio Adi (M.Th) bergumul dengan studi pradoktoral dalam Perjanjian Lama, di STT Cipanas. Sdr. Herry Susanto (M.Th) tengah memempersiapkan diri bagi studi Ph.D bidang Perjanjian Baru di Ottago University mulai bulan April 2020.

 Kemurahan-Nya menaungi mahasiswa praktik. Sebanyak 17 orang mahasiswa semester tujuh kini berada di berbagai lokasi. Mereka tengah ditempa Sang Pemberi Amanat Agung menghadapi peluang dan tantangan khususnya penyesuaian diri dengan konteks, dengan tetap fokus kepada pewartaan Injil Yesus Kristus.

 Kemurahan-Nya bagi kampus. Renovasi tiga unit rumah sederhana untuk asrama mahasiswa berkeluarga kecil (Camprenik) hampir rampung pengerjaannya. Biaya tersedia melalui dukungan satu keluarga warga jemaat Gepembri, Kelapa Gading, Jakarta. Puji Tuhan. Bagian depan samping dari Gedung Bale Luhung, yang roboh karena lapuk, sudah selesai diperbaiki. Biaya perbaikan sebesar 35 juta disediakan Tuhan melalui para alumni Tiranus. Hal itu adalah wujud kepedulian yang sangat berharga!

 Kemurahan untuk institusi. Tim kerja reakreditasi intitusi dibawah koordinasi Dr. Rudy Alouw terus menyiapkan beragam kelengkapan yang akan dikirmkan secara online awal Desember. Agar bona fide, menurut dua asesor BAN PT pada kunjungan di 2014, Tiranus harus memiliki dana abadi (buffer) sedikitnya 2 M rupiah. Atas kemurahan Tuhan, seorang hamba-Nya telah mengirimkan dana sebesar 50 juta rupiah untuk keperluan itu.

 Kemurahan untuk finansial lembaga. Laporan keuangan dari Bendahara ialah bahwa pada bulan Oktober, Tiranus didukung oleh 77 donatur. Saldo kas sebesar Rp. 453 juta, namun dengan defisit dana Rp. 26 juta. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan doa dan dana Bapak, Ibu dan Saudara, juga untuk kesediaan sharing tentang informasi pekerjaan Tuhan di Tiranus yang mendidik 147 mahasiswa, kepada mereka yang terbeban.

 Dukungan doa. Tuhan Yesus kiranya memberi penghiburan bagi keluarga Serius Mendrofa/Ani Marbun, atas meninggalnya ayahanda pada hari Jumat 22 November 2019 di daerah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kiranya perayaan Natal STA Tiranus, pada hari Sabtu 30 November 2019 mendatangkan kemuliaan bagi Allah yang kudus.

Demikian informasi dan teriring salam dan doa kami,

Dr. Binsen S. Sidjabat
NIDN 2312035701

Catatan:

 Untuk menghemat biaya pengiriman DKK melalui pos, kami memohon kesediaan Bapak/Ibu dan Saudara mengirimkan alamat email kepada: baum@tiranus.ac.id atau mengirimkan nomor WA Kepala Bagian Umum Tiranus, Ibu Lidya Cahyo: 0821-1467-2781.Terima kasih banyak.

DKK Oktober 2019

Cihanjuang, Oktober 2019

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!

Sahabat Tiranus yang saya kasihi,

Di bulan Oktober ini Gereja secara global memberi perhatian kembali kepada karya Allah pada 500 tahun lampau, yakni pembaruan atau reformasi. Martin Luther, John Calvin, Ulrich Zwingli dan tokoh reformator lainnya mengalami pembaruan hidup. Roh Allah membuat mereka sangat akrab dengan Tuhan Yesus Kristus. Mereka terpesona atas besarnya kasih Allah yang menyelamatkan orang berdosa dari hukuman kekal. Pengampunan dosa diterima karena kasih karunia Allah oleh sebab iman kepada Sang Juruselamat. Bukan oleh amal dan perbuatan.

 Kitab Injil mencatat perkataan Tuhan Yesus,“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12). Nikodemus, Perempuan Samaria, pegawai istana, pria lumpuh di tepi kolam Betsaida, Maria dan Marta, Maria Magdalena dan para murid yang dilatih selama tiga tahun lebih, adalah beberapa contoh orang yang mengalami perubahan hidup.

 Alkitab menyingkapkan Rasul Paulus termasuk di dalam deretan mereka yang mengalami pembaruan. Setelah sekitar empat belas tahun mengenal Kristus, melalui perjumpaan khusus di jalan menuju Damsyik, didampingi oleh beberapa sahabat ia kemudian memberitakan tentang Dia. Ia berperan sebagai pemberita Injil, rasul, dan pengajar (2 Tim. 1:11). Hal itu dilakukan karena keyakinan bahwa barangsiapa yang berada di dalam Kristus ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu (2 Kor. 5:17).

 STA Tiranus wadah pembaruan hidup. Lembaga ini didirikan oleh para pendahulu termasuk Bapak Ir. Geritt J. Tindas dan almarhum Pdt. Prof. Dr. Stanley Heath karena telah mengalami sukacita dan damai sejahtera akibat kehadiran Tuhan Yesus melalui Roh Kudus. Allah mengutus banyak orang belajar kepada mereka di Institut Alkitab Tiranus yang kini bernama Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus. Sejak 1966 lebih dari 700 alumni Tiranus telah mengalami pembaruan hidup, dan sebab itu giat dan setia menuntun orang mengenal Sang Juruselamat melalui berbagai bentuk pelayanan.

 Alumni memfasilitasi pembaruan. Delapan orang alumni Tiranus telah diutus Tuhan menjadi saluran berkat bagi 70 mahasiswa program S-1 pada 6-11 Oktober 2019. Melalui swadana, mereka datang ke kampus lalu membimbing mahasiswa supaya lebih dekat dengan Tuhan, dan memahami firman-Nya. Mereka menyampaikan beragam pengalaman suka dan duka menjadi pengemban Amanat Agung. Beberapa mahasiswa mengaku telah diberi semangat oleh para pendahulu yang telah belajar di Tiranus. Pengalaman hidup yang mereka dengar, juga dialog yang diikuti serta kebersamaan yang dinikmati, membangkitkan pengharapan para mahasiswa.

 Gemakan pembaruan di Sumba. Dari 13-21 Oktober, Pak Purnawan, Pak Nimrod bersama istri, dan Sdr. Rio Marbun telah menjadi berkat bagi pemimpin gereja dan warga jemaat GKS, siswa sekolah SMP dan SMA, juga mahasiswa teologi yang ada di Waingapu dan sekitarnya. Tuhan Yesus yang sanggup memperbarui hidup agar berkemenangan dan menjadi berkat bagi sesama, itulah yang menjadi tekanan mereka melalui KKR dan Seminar yang disampaikan. Hamba-hamba Tuhan ini bekerjasama dengan tim pelayanan YPPI-Bandung.

 Pembaruan melalui riset dan penulisan. Dr. Dominggus Naat mendapat peluang dari Overseas Council Australia (OCA) yang bekerjasama dengan Persekutuan Antar Sekolah Tinggi Teologi Injili di Indonesia (PASTI), untuk melakukan penelitian literarur dan penulisan karya ilmiah di Christ College, Sydney, dari 14 Oktober hingga 3 Desember 2019. Beliau bersama lima dosen dan pimpinan perguruan tinggi teologi injili lainnya. Tiga orang di Sydney, dua orang di Brisbane dan satu orang di Merlbourne. Kiranya Tuhan membuat Dr. Naat membuahkan hasil yang berguna bagi pengembangan aspek penelitian dosen, disamping pengajaran dan pengabdian kepada gereja dan masyarakat yang dikerjakan.

 Diperbarui melalui pendidikan lanjutan. Kita patut terus mendukung Pdt. Edi S. Ginting merampungkan bagian akhir disertasinya di STT Jakarta. Begitu pula dengan usaha keras Pak Raskita Barus menuntaskan disertasi untuk Torch International University di Seoul, Korea, akhir tahun 2019 ini. Pak Hery Setio Adi (M.Th) sudah memulai studinya di tingkat doktoral dalam Perjanjian Lama, di STT Cipanas. Sdr. Herry Susanto (M.Th) tengah memempersiapkan diri bagi studi Ph.D bidang Perjanjian Baru di Ottago University mulai bulan April 2020. Semoga dalam waktu 3,5 tahun disertasinya rampung.

 Diperbarui melalui praktik. Sebanyak 17 orang mahasiswa semester tujuh kini berada di berbagai lokasi. Mereka tengah ditempa Sang Pemberi Amanat Agung menghadapi peluang dan tantangan khususnya penyesuaian diri dengan konteks, dengan tetap fokus kepada pewartaan Injil Yesus Kristus. Kiranya beragam pengalaman satu semester menajamkan spiritualitas, karakter dan keterampilan mereka.

 Perbaikan sarana di kampus. Tiga unit rumah sederhana untuk asrama mahasiswa berkeluarga kecil tengah dikerjakan. Biaya tersedia melalui dukungan satu keluarga warga jemaat Gepembri, Kelapa Gading, Jakarta. Kini renovasi itu sudah pada tahap memasang lantai dan pembenahan bagian dalam ruangan. Puji Tuhan. Bagian depan samping dari Gedung Bale Luhung, yang roboh karena lapuk, akan segera diperbaiki. Perkiraan dana 40 juta rupiah, juga akan dipergunakan menguatkan bagian-bagian lain dari bangunan.

 Kebutuhan dana abadi institusi. Agar bona fide, menurut dua asesor BAN PT pada kunjungan di 2014, Tiranus harus memiliki dana abadi (buffer) sedikitnya 2 M rupiah. Atas kemurahan Tuhan, seorang hamba-Nya telah mengirimkan dana sebesar 50 juta rupiah untuk keperluan itu. Ditegaskan bahwa dana yang dikirimkan itu hanya untuk kebutuhan dana abadi lembaga. Ini merupakan tanda bahwa dana abadi itu tengah dikirimkan oleh Tuhan.

 Kebutuhan finansial lembaga. Laporan keuangan dari Bendahara ialah bahwa hingga akhir pertengahan September, Tiranus mengalami defisit sejumlah 69 juta rupiah sebagaimana ditunjukkan laporan singkat keuangan terlampir.

 Komunitas STA Tiranus terus diajar Sang Pemberi Amanat Agung untuk bersandar pada pemeliharaan-Nya, termasuk melalui Bapak/Ibu dan Saudara yang bersemangat mewujudkan visi dan misi Yesus Tuhan. Terima kasih banyak atas dukungan doa serta finansial bagi pencukupan dana operasional berjumlah Rp. 303 juta per bulan.

  Demikianlah informasi, ucapan syukur kepada Tuhan, dan permohonan doa yang dapat kami kemukakan dalam kesempatan ini. Terima kasih banyak.

Teriring salam dan doa kami,

Dr. Binsen S. Sidjabat
NIDN 2312035701

Catatan:

 Untuk menghemat biaya pengiriman DKK melalui pos, kami memohon kesediaan Bapak/Ibu dan Saudara mengirimkan alamt email kepada: baum@tiranus.ac.id atau mengirimkan nomor WA Kepala Bagian Umum Tiranus, Ibu Lidya Chayo: 0821-1467-2781.Terima kasih banyak.

DKK September 2019

Cihanjuang, September 2019

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!

Sahabat Tiranus yang saya kasihi,

Salam jumpa kembali Ibu, Bapak, dan Saudara! Apa kabar saat ini? Saya berharap bahwa selama di bulan September berkat Tuhan melimpah, sehingga kuat dan berhikmat menghadapi beragam tantangan dan peluang. Secara pribadi saya berdoa terus kepada Tuhan agar kisruh sosial dan politik, serta beragam kerugian karena bencana alam yang terjadi dapat teratasi dengan baik, dan dihadapi oleh masyarakat secara arif.

 Hari Minggu 22 September saya diminta oleh sebuah jemaat berkotbah terkait dengan ulang tahun kota Bandung ke-209. Saya mengajak warga jemaat berdoa serta berpartisipasi aktif bagi kesejahteraan kota dimana mereka ditempatkan (Yer. 29:7,8). Juga saya mengajak mereka memahami pesan Tuhan Yesus tentang identitas dan peran sebagai “garam dan terang dunia” (Mat. 5:13-16). Pesan rasul Paulus kepada Timotius, supaya menaikkan doa syafaat untuk pemerintah (1 Tim. 2:1-3) turut menjadi bagian isi kotbah.

 Saat memikirkan peran sebagai “garam dan terang dunia” dalam pengajaran Tuhan Yesus (Mat. 5-7), muncul pertanyaan tentang praktiknya. Lalu saya mengajak jemaat memahami bahwa sebagai “garam dan terang dunia,” para pengikut Tuhan pertama-tama “merendahkan hati di hadapan Allah” (5:3), sedia “berdukacita karena aniaya dan penolakan” (5:4,10-12), kemudian belajar “lemah lembut atau menguasai diri” (5:5), tetap “haus dan lapar akan kebenaran” (5:6), “bermurah hati” (5:7), “menjaga kesucian hati” (5:8), dan akhirnya berupaya “membawa damai” (5:9).

 Jalan-jalan itu tidak selalu mudah. Tuhan melukiskan perkara itu ibarat jalan sempit yang dihindarkan banyak orang (7:13-14). Jalan-jalan itu kerap menimbulkan kelelahan emosi dan mental. Namun, dengan selalu datang dan belajar kepada Kristus, dijanjikan bahwa batin yang lelah akan dilegakan-Nya (Mat. 11:28-30). Roh Kudus yang mendiami setiap orang percaya akan menguatkan, mengajari dan memampukan mereka (Yoh. 14:16-17, 26).

 Persiapan reakreditasi institusi. Dalam peran sebagai “garam dan terang” melalui pendidikan, salah satu fokus perhatian utama kami di kampus ialah persiapan reakreditasi institusi. Kelengkapan data dosen di pangkalan data perguruan tinggi yang selama ini kurang bagus, tengah dibenahi. Begitu pula dengan kelengkapan dokumen-dokumen terkait. Atas bimbingan Sdr. Feliks Samosir, yang cekatan di bidang manajemen sistem informasi perguruan tinggi, tiga staf kependidikan baru tampak membuat kemajuan berarti. Puji Tuhan.

 Lokakarya pendidikan teologi online. Meresponi kemajuan teknologi informasi dewasa ini perguruan tinggi umum dan perguruan tinggi teologi telah mengelola pembelajaran daring. Dalam kegiatan lokakarya yang difasilitasi Overseas Council International (OCI) di Bangkok, Thailand, pada 3-6 September lalu, B.S.Sidjabat bersama Rio Marbun menyaksikan bagaimana Bangkok Bible Seminary (BBS) melayani 140 mahasiswa yang tersebar di seluruh negara itu melalui pembelajaran online. Sebuah ruangan khusus tersedia di kampus dilengkapi dengan peralatan pendukung. Dr. Steve Taylor, teolog dari UK yang sudah 39 tahun di negeri gajah itu, mengembangkan pembelajaran daring itu. Dikatakan, diperlukan biaya sekitar USD5200 atau sekitar 72,8 juta rupiah untuk membangun ruangan khusus di BBS itu. Tiranus baru memiliki perangkat sederhana untuk melayani pembelajaran online itu, dan berdoa untuk pencukupan dana yang dibutuhkan.

 Pendidikan lanjutan dosen. Pendidikan lanjutan dosen di Tiranus terasa sangat mendesak untuk memenuhi kelengkapan dosen yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional

(NIDN). Program pascasarjana (M.Th) menurut peraturan perguruan tinggi memerlukan lima dosen tetap penuh. Kini, dosen yang memiliki NIDN hanya empat orang, karena dosen yang berusia di atas 65 tahun langsung mendapat Nomor Urut Pendidik (NUP). Kita terus mendukung upaya Bapak Pdt. Edi S. Ginting merampungkan bagian akhir disertasinya di STT Jakarta. Begitu pula dengan usaha keras Bapak Raskita Barus menuntaskan disertasi untuk Torch International University di Seoul, Korea, akhir tahun 2019 ini.

 Kita bersyukur bahwa Bapak Hery Setio Adi (M.Th) sudah memulai studinya di tingkat doktoral dalam Perjanjian Lama, di STT Cipanas. Kita patut memuji Tuhan bahwa Langham Leadership Development di New Zealand telah mendesak Sdr. Herry Susanto (M.Th) untuk segera memempersiapkan diri bagi studi Ph.D bidang Perjanjian Baru di Ottago University di bawah asuhan Prof. Paul Trebilco. Jika semua berjalan baik, maka Sdr. Herry Susanto diharapkan memulai studi by research itu pada bulan Maret 2020. Kalau berlangsung sesuai rencana, istri bersama dua anak menyusul ke sana pada bulan Juli 2019. Semoga dalam waktu 3,5 tahun disertasinya tentang surat Kolose rampung.

 Pelayanan para alumni. Kita bersyukur bahwa para alumni yang baru diwisuda di bulan Juli 2019 lalu telah berada di beragam medan pelayanan gerejawi. Kita patut mendukung mereka di dalam doa supaya tetap setia, cendekia dan berhati mulai (berkarakter) dalam melaksanakan Amanat Agung Kristus. Sangat menarik melihat karya Tuhan bagi Sdr. Jaka Sianipar (S.Th) yang bersama istri dan dua anak mereka, kini berada di pedalaman Kalimantan Tengah, melayani warga jemaat Gepembri. Kiranya Tuhan memampukan mereka menyesuaikan diri.

 Mahasiswa praktik dari program sarjana. Sebanyak 17 orang mahasiswa semester tujuh kini berada di berbagai lokasi. Mereka tengah ditempa Sang Pemberi Amanat Agung menghadapi peluang dan tantangan khususnya penyesuaian diri dengan konteks, dengan tetap fokus kepada pewartaan Injil Yesus Kristus. Kiranya beragam pengalaman satu semester menajamkan spiritualitas, karakter dan keterampilan mereka.

 Renovasi tiga unit asrama mahasiswa berkeluarga. Tiga unit rumah sederhana untuk asrama mahasiswa berkeluarga kecil tengah dikerjakan. Biaya tersedia melalui dukungan satu keluarga warga jemaat Gepembri, Kelapa Gading, Jakarta. Kini renovasi itu sudah pada tahap memasang lantai dan pembenahan bagian dalam ruangan. Puji Tuhan.

 Kebutuhan finansial lembaga. Laporan keuangan dari Bendahara ialah bahwa hingga akhir pertengahan September, Tiranus mengalami defisit sejumlah 40 juta rupiah. Terima kasih banyak atas dukungan doa serta finansial dari Bapak/Ibu/Sdr bagi pencukupan dana operasional berjumlah Rp. 303 juta per bulan. Agar bona fide, menurut dua asesor BAN PT pada kunjungan di 2014, Tiranus harus memiliki dana abadi (buffer) sedikitnya 2 M rupiah.

  Demikianlah informasi, ucapan syukur kepada Tuhan, dan permohonan doa yang dapat kami kemukakan dalam kesempatan ini. Terima kasih banyak.

Teriring salam dan doa kami,

Dr. Binsen S. Sidjabat
NIDN 2312035701

Catatan:
Untuk menghemat biaya pengiriman DKK melalui pos, kami memohon kesediaan Bapak/Ibu dan Saudara mengirimkan alamt email kepada: baum@tiranus.ac.id atau mengirimkan nomor WA Kepala Bagian Umum Tiranus, Ibu Lidya Chayo: 0821-1467-2781.Terima kasih banyak.

Dari DKK Agustus 2019

Cihanjuang, Agustus 2019

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!

Sahabat Tiranus yang saya kasihi,

Apa kabar Bapak, Ibu dan Saudara saat ini? Saya yakin bahwa di bulan Agustus ini dalam ibadah di gereja terdengar pemberitaan Firman Tuhan bertema kemerdekaan, terkait perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Dalam pelayanan ibadah beberapa minggu lalu, saya mengajak jemaat memahami pernyataan Tuhan Yesus mengenai kemerdekaan, yang berkata, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu…Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka” (Yoh. 8:31-32, 36).

 Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus yang mengerjakan kemerdekaan dalam roh dan jiwa, yang wujudnya mencakup kemenangan atas dosa, pencobaan dan godaan serta kebebasan dari rasa inferioritas, sehingga mampu partisipatif dalam pekerjaan-Nya di tengah dunia. Kita dimerdekakan dari perhambaan bahkan belenggu dosa, oleh kasih karunia Allah. Kita dimerdekakan untuk menjadi pribadi-pribadi yang gemar berbuat baik serta kebenaran (Titus 2:14). Kemerdekaan rohani itu pula yang memotivasi kita secara bersama-sama mengembangkan pekerjaan Kristus, untuk memperlengkapi mahasiswa, menjadi lulusan berkarakter dan kompeten melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus (Mat. 28:19-20). Terpujilah Sang Juruselamat.

 Keseluruhan mahasiswa program Sarjana Teologi yang belajar semester Ganjil 2019/2020 ini adalah 87 orang. Mahasiswa baru yang dikirimkan Tuhan berjumlah 27 orang, berasal dari berbagai daerah, dengan usia majoritas 18-20 tahun. Artinya, mereka bergumul dengan pencarian kemantapan identitas diri. Sebagian besar mereka didanai oleh keluarga dan lembaga pengutus, dan sepuluh orang disponsori oleh seseorang yang memberi perhatian bagi mahasiswa dari wilayah dengan gereja-gereja tradisional sangat kuat. Mereka tentu akan kembali ke wilayahnya setelah menuntaskan studi, sebagaimana para lulusan sebelumnya.

 Sebenarnya lebih dari 35 orang yang mendaftar ke Tiranus namun terbentur oleh ketersediaan beasiswa baik yang berskala penuh maupun sebagian. Ini patut menjadi pokok doa kita, kiranya Tuhan mengirimkan sumber-sumber beasiswa bagi calon mahasiswa, di tahun depan. Minat calon mahasiswa untuk belajar di Tiranus cukup besar. Mereka mendapat informasi bahwa STA Tiranus berkomitmen menghasilkan lulusan menjadi pelaksana Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, melalui pelayanan pemberitaan Injil, pendidikan, penggembalaan, dan konseling.

 Mahasiswa program Pascasarjana yang aktif belajar kini berjumlah 53 orang, termasuk lima mahasiswa baru. Calon mahasiswa yang ingin belajar di jenjang ini pun cukup banyak, karena komitmen program studi kepada Amanat Agung Kristus. Namun, mereka terkendala oleh ketersediaan beasiswa. Mahasiswa di jalur ini mengikuti kuliah padat pada pertengahan Juni hingga pertengahan Juli 2019 lalu. Kini mereka tengah mengerjakan tugas-tugas perkuliahan sambil melakukan pekerjaan keseharian. Kita berdoa supaya mereka dapat menuntaskan studi dalam waktu dua hingga empat tahun, sesuai dengan peraturan perguruan tinggi yang berlaku.

 Staf kependidikan baru. Mengingat pekerjaan administrasi penting dalam memajukan pengelolaan kegiatan pendidikan dan pembelajaran di Tiranus, maka diambil keputusan untuk menghadirkan tenaga kependidikan baru. Mereka itu ialah Sdr. Serius Mendrofa membantu tugas-tugas administrasi umum (BAUM). Sdr. Adi Samuel menjadi staf Unit Penjaminan Mutu Internal (UPMI). Sdri. Tina Raja, staf Keuangan dan Bendahara. Sdr. Beri Tarigan secara paruh waktu membantu pekerjaan BAAK dan pembelajaran online. Sdr. Samuel Samson beserta istrinya Linda, menjadi Bapak dan Ibu asrama, untuk dengan kasih membantu mahasiswa berkomunitas secara baik. Sebab, mahasiswa berasal dari berbagai latar belakang denominasi, suku dan budaya.

 Peninjauan ulang visi, misi dan tujuan Tiranus. Masa akreditasi STA Tiranus sebagai institusi akan berakhir 22 Juni 2020 (SK BAN-PT No. 538/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2015). Seluruh kelengpakan data sesuai tuntutan instrumen harus diterima oleh BAN-PT paling lambat bulan Desember 2019. Oleh sebab itu, rapat khusus yang diikuti oleh stakeholders mencakup Pengurus Yayasan, Anggota Dewan Penyantun, Senat Dosen, wakil dosen, wakil mahasiswa, alumni dan pengguna alumni, diselenggarakan pada hari Senin-Selasa, 26-27 Agustus 2019. Disamping melakukan evaluasi kinerja lembaga pada periode empat tahun lalu (2015-2019), rumusan visi, misi, tujuan dan nilai-nilai dasar lembaga telah dikemukakan. Setelah melakukan analisis SWOT, diungkapkan pula tujuh isu strategis yang akan menjadi pedoman perumusan Rencana Induk Pengembangan (Renip) untuk masa 2019-2045. Semua masukan itu akan digodok oleh Pengurus Yayasan bersama Senat Sekolah Tinggi, dalam waktu dekat, menjadi keputusan signifikan.

 Renovasi tiga unit asrama mahasiswa berkeluarga. Tiga unit rumah sederhana untuk asrama mahasiswa berkeluarga kecil tengah dikerjakan. Biaya disediakan Tuhan melalui dukungan satu keluarga warga jemaat Gepembri, Kelapa Gading, Jakarta. Kini renovasi itu sudah pada tahap pemasangan bubungan untuk atap, dengan kerangka baja ringan.

 Dosen yang menuntaskan studi. Bapak Hery Setio Adi sudah memulai studinya di tingkat doktoral dalam Perjanjian Lama, di STT Cipanas. Bapak Pdt. Edi S. Ginting, tengah merampungkan bagian akhir disertasi, di STT Jakarta. Bapak Raskita Barus, optimis menuntaskan disertasi untuk Torch International University di Seoul, Korea, akhir tahun 2019 ini. Ketuntasan studi mereka akan menguatkan kualitas pengajar di Tiranus, khususnya pada program Pascasarjana.

 Kebutuhan finansial lembaga. Laporan keuangan dari Bendahara ialah bahwa hingga akhir bulan Juli, Tiranus mengalami defisit sejumlah 114 juta rupiah. Kami memhon dukungan doa Bapak/Ibu/Sdr atas pencukupan dana operasional berjumlah Rp. 253 juta per bulan. Selain itu, kita terus memohon ketersediaan dana abadi Tiranus sedikitnya 2 M menurut assessor BAN PT.

  Demikianlah informasi, ucapan syukur kepada Tuhan, dan permohonan doa yang dapat kami kemukakan dalam kesempatan ini. Terima kasih banyak.

Teriring salam dan doa kami,

Dr. Binsen S. Sidjabat
NIDN 2312035701

Catatan:
Untuk menghemat biaya pengiriman DKK melalui pos, kami memohon kesediaan Bapak/Ibu dan Saudara mengirimkan alamt email kepada: baum@tiranus.ac.id atau mengirimkan nomor WA Kepala Bagian Umum Tiranus, Ibu Lidya Chayo: 0821-1467-2781.Terima kasih banyak.